Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

FUA Siapkan Program KKN Internasional untuk Semester Gasal 2025/2026

Rabu, 30 Juli 2025 — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengadakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional untuk semester gasal tahun akademik 2025/2026. Rapat berlangsung di Ruang Kelas Internasional FUA dan dipimpin oleh Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag. Hadir dalam kesempatan ini Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, para Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta unsur pengelola keuangan fakultas.

Wakil Dekan I, Wakhid Nashruddin, Ph.D., melaporkan bahwa proses pengajuan KKN Internasional masih terus berjalan dan saat ini sedang dalam tahap perbaikan Term of Reference (TOR) untuk menyesuaikan kebutuhan sekaligus efisiensi anggaran. Rencana kegiatan akan diformulasikan dengan lebih terstruktur agar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan administratif. Ia menambahkan bahwa setiap langkah disusun secara hati-hati karena kegiatan ini membawa nama baik institusi di ranah internasional.

Dalam arahannya, Dekan menegaskan bahwa program KKN Internasional merupakan bagian dari prioritas utama fakultas dalam rangka mendorong internasionalisasi akademik. “Program ini penting untuk mendukung akreditasi dua jurusan, yaitu Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta Ilmu Hadis (ILHA). Oleh karena itu, rekomendasi dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama menjadi syarat mutlak. Kita tidak bisa mengambil risiko tanpa landasan hukum dan izin resmi dari kementerian,” tegas Dekan. Beliau juga menambahkan bahwa berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki pola berbeda dalam penyelenggaraan KKN Internasional, dan FUA harus memilih pola yang aman dan berkelanjutan.

Ketua Jurusan Tasawwuf dan Psikoterapi, Dr. Debi Fajrin Habibi, M.Pd.I., turut menyoroti sejumlah tantangan, terutama terkait keamanan dan kesiapan peserta. Ia mengungkapkan bahwa situasi geopolitik di wilayah tujuan seperti Thailand dan Kamboja perlu dipertimbangkan dengan matang, terlebih adanya mahasiswa yang pernah mengalami masalah imigrasi karena ketiadaan pendamping dosen dan ketidakjelasan aktivitas akademik. “Mahasiswa BSA semester 7 adalah salah satu kelompok yang perlu kita perhatikan secara khusus. Pendampingan dosen mutlak diperlukan,” ujarnya.

Dekan kembali mengingatkan bahwa perencanaan KKN Internasional harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, legalitas, dan mutu kegiatan. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas unit, termasuk dengan universitas dan kementerian, serta komunikasi intensif dengan mitra luar negeri. Selain itu, penyusunan anggaran dan rencana kegiatan harus realistis dan sesuai dengan regulasi, tanpa mengurangi kualitas pengalaman mahasiswa. “Kita ingin KKN Internasional bukan sekadar simbol, tapi benar-benar memberi nilai tambah bagi mahasiswa, jurusan, dan institusi kita secara keseluruhan,” tegasnya menutup rapat.

Tinggalkan Balasan