FUA Cirebon, 17 Oktober 2024 – Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar podcast dengan nara sumber Prof. Dr. H. Abu Rachmad, M.Ag, Dirjen Pendidikan Islam. Prof. Abu menyampaikan poin-poin penting yang dapat dijadikan sebagai wawasan strategis tentang pengembangan pendidikan Islam di era digital. Acara ini juga dihadiri oleh Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Adab Prof. Didin Nurul Rosyidin, M.A., Ph.D, yang turut menekankan pentingnya inovasi berbasis siber di dunia pendidikan tinggi Islam. Podcast ini merupakan salah satu program dalam rangkaian kegiatan yang dilaksanakan FUA untuk menyambut peresmian UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam diskusi tersebut, Prof. Abu Rachmad menyampaikan bahwa Cirebon dipilih sebagai pilot project untuk PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) berbasis siber pertama di Indonesia. Pemilihan ini bertujuan agar Cirebon bisa menyamai kemajuan PTKIN lain yang sudah lebih dahulu berkembang pesat di berbagai bidang. “Kami berharap Cirebon mampu menjadi pionir dalam transformasi digital dan mengembangkan potensi sibernya untuk meningkatkan daya saingnya, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Prof. Abu Rachmad.

Beliau juga menyoroti peran penting teknologi siber dalam mendorong kemajuan kampus. “Siber ini harus menjadi kekuatan utama bagi kemajuan kita, apalagi nama Cirebon semakin dikenal berkat pengembangan sibernya yang signifikan,” katanya. Lebih lanjut, Prof. Abu Rachmad memberikan tiga pesan penting bagi seluruh civitas akademika di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon: pertama, agar semua pihak merubah pola pikir ke arah digital mindset; kedua, menjadikan siber sebagai identitas kampus; dan ketiga, terus mengembangkan inovasi berbasis digital untuk menjaga kemajuan kampus.
Prof. Didin Nurul Rosyidin, M.A., Ph.D, dalam kesempatan yang sama turut menambahkan pandangannya dengan penuh optimisme dan kewaspadaan. “Tentu saja kita bersyukur Cirebon dipilih sebagai kampus PTKIN berbasis siber pertama di Indonesia,” ucap Prof. Didin. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa penghargaan ini membawa tantangan besar. “Pada saat yang sama, ini menjadi ujian atas keseriusan kita dalam menerima amanah ini,” tegasnya.

Prof. Didin mengajak seluruh civitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk memanfaatkan peluang ini dengan maksimal, seraya terus berkomitmen dalam menghadapi berbagai tantangan transformasi digital. “Keberhasilan kita tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada semangat inovasi dan tanggung jawab kita dalam mewujudkan visi kampus yang maju,” tambahnya.
Podcast ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus berbasis siber pertama di Indonesia. Inisiatif ini juga diharapkan menginspirasi PTKIN lain untuk lebih giat dalam mengadopsi digitalisasi di lingkungan pendidikan tinggi.



