Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
FUA MENELITI 2026
Berita

Penguatan Riset Kolaborasi ASEAN, Dosen FUA UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Rapat Koordinasi Penelitian Internasional

Cirebon — Riset Kolaborasi ASEAN kembali menguat di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Fakultas Ushuluddin dan Adab menggelar rapat koordinasi penelitian internasional pada Selasa, 26 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat jurusan Gedung M lantai 1 Fakultas Ushuluddin dan Adab.

FUA MENELITI 2026

Riset Kolaborasi ASEAN ini mempertemukan tiga kelompok riset strategis dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kegiatan ini melibatkan kerja sama lintas negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dengan demikian, kampus terus memperluas jejaring akademik internasional secara terarah.

Fokus Penelitian Strategis

Tim peneliti membahas beberapa fokus penelitian utama dalam rapat tersebut. Pertama, mereka mengkaji implementasi dan pengembangan kerja sama internasional Tridharma Perguruan Tinggi di UIN Siber Syekh Nurjati menuju reputasi global. Penelitian ini mendorong penguatan posisi kampus dalam jaringan akademik internasional.

Kedua, tim meneliti ekoteologi berbasis hadis melalui studi komparatif literatur Majelis Ulama Indonesia, Kerajaan Brunei Darussalam, dan Jabatan Mufti. Selanjutnya, kajian ini menyoroti hubungan nilai keislaman dengan isu lingkungan secara kontekstual dan aplikatif.

Rapat Kordinasi

Rapat Kordinasi 1

Ketiga, peneliti mengembangkan kajian tentang optimalisasi moderasi beragama pada mahasiswa dewasa awal di International Islamic University Malaysia dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Selain itu, penelitian ini menekankan perspektif inklusif berkelanjutan dalam kehidupan akademik lintas budaya.

Tim juga mengangkat tema Islam, teks, dan identitas di Cirebon serta Melaka melalui studi komparatif. Sementara itu, kajian ini memperkaya pemahaman tentang hubungan budaya dan keislaman di kawasan ASEAN.

Koordinasi Penelitian Lintas Negara

Sejumlah peneliti hadir langsung dalam rapat koordinasi tersebut. Mereka antara lain Rijal Mahdi, Amin Iskandar, Hartati, Fuad Nawawi, dan Aah Nurdan. Kehadiran mereka memperkuat sinergi dalam menjalankan seluruh tahapan penelitian.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, peserta menyusun metodologi penelitian secara rinci. Selain itu, mereka membagi peran, menetapkan timeline penelitian, serta merancang strategi publikasi internasional. Oleh karena itu, setiap tahapan penelitian berjalan lebih sistematis dan terukur.

Forum ini juga menjadi ruang sinkronisasi perspektif ilmiah antarpeneliti. Lebih lanjut, para peneliti menargetkan luaran riset yang relevan secara akademik dan berdampak nyata bagi kawasan ASEAN. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memberi kontribusi sosial.

Dukungan Dekan FUA

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan dukungan penuh terhadap program FUA Meneliti. Ia menegaskan bahwa kolaborasi riset lintas negara menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing institusi. Selain itu, kegiatan ini juga memperluas jejaring akademik internasional kampus.

Menurutnya, fakultas harus terus memperkuat budaya riset secara berkelanjutan. Selanjutnya, riset kolaboratif menjadi bentuk nyata kontribusi kampus dalam merespons isu global melalui pendekatan keilmuan yang integratif dan moderat.

Ia juga menilai bahwa kerja sama internasional membuka peluang besar untuk meningkatkan reputasi akademik kampus. Akhirnya, hasil penelitian ini akan memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai institusi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Membangun Ekosistem Riset Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus membangun ekosistem riset kolaboratif yang berkelanjutan. Sementara itu, sinergi antarpeneliti menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi akademik yang berkualitas.

Lebih lanjut, kolaborasi internasional ini akan memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan ilmu berbasis nilai keislaman yang moderat dan inklusif. Dengan demikian, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin siap menghadapi tantangan global di bidang pendidikan tinggi. (RJL)

Tinggalkan Balasan