Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Utus Dua Orang Dosen sebagai Pembicara di Ajang AICIS 2024, FUA Menunjukkan Eksistensinya Menuju Unggul dan Terkemuka

Semarang, 4 Februari 2024 – Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, mendapatkan kesempatan untuk unjuk kepakaran dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2024 di UIN Walisongo Semarang pada tanggal 1-4 Februari dengan tema “Redefining the Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Right Issues.”

Lebih dari 2000 paper didaftarkan, dan setelah seleksi ketat, 328 paper dianggap layak untuk dipresentasikan dan diterbitkan di jurnal-jurnal terkemuka, baik tingkat internasional maupun nasional. Dosen dari Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Andri Azis Putra dan Dr. Anwar Sanusi, turut menunjukkan eksistensi dan kualitas penelitian di lingkungan kampus.

Paper berjudul “Eschatological Political Consciousness in the Thought of Mohammad Hatta as the Basis for Implementation of People’s Sovereignty: An Initiation of Political Theology for the World from Indonesia” yang dipresentasikan mendapat sambutan positif dari Prof. Moh. Asror Yusuf (Direktur Pascasarjana IAIN Kediri) dan Dr. Aris Bintania (Wakil Ketua 1 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau) yang bertindak sebagai Discussant atau fasilitator ahli.

Pemaparan dari paper yang dipandang mendalam dan memiliki bobot diskusi tinggi menunjukkan bahwa dinamika penelitian dan pengembangan wawasan di IAIN Cirebon tetap berlangsung dengan baik. Keikutsertaan para dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam rangkaian acara AICIS memberikan gambaran bahwa fokus pada riset dan pemahaman dalam bidang keislaman tetap menjadi prioritas utama di kampus ini.

Sebagai moderator dalam panel bertema “Islamic Discourse; Perception, Identity, and Philanthropy,” Mahdaniyah memberikan kesimpulan bahwa memajukan diskursus Islam membutuhkan pendekatan yang tepat, terutama terhadap generasi muda, agar mereka dapat memahami dengan baik sudut pandang ajaran Islam yang sebenarnya.

Dalam sesi tanya jawab dalam diskusi panel AICIS di room 16, Dr. Anwar Sanusi yang juga merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Cirebon, menekankan bahwa pertikaian mengenai identitas dalam dunia Islam lebih bersifat praktikal daripada konseptual. Dr. Anwar menyoroti perlunya pendekatan kesejarahan dalam memandang paradigma dan corak pikir umat Islam melalui kebudayaan yang terungkap secara gradual dalam linimasa kehidupan. Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian terhadap teknologi dan transformasi model interaksi yang saat ini mengarah ke digitalisasi.

Dr. Anwar Sanusi dan Dr. Andri Azis Putra menyampaikan rasa terima kasih yang tinggi kepada Rektor dan segenap pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Semoga semangat akademis dan riset di IAIN Cirebon semakin unggul dan mendunia, menandakan bahwa institusi ini terus berkontribusi dalam pemikiran keislaman global.