Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Adakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru di Malaysia dan Thailand, FUA Optimis dengan Status Unggul dan Mendunia

FUA, Kedah-Pattani, 26 Februari 2024 – IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Thailand telah mengadakan seleksi mahasiswa baru luar negeri jalur prestasi untuk tahun ajaran 2024/2025 di Malaysia dan Thailand melalui kerjasama dengan Pondok Pesantren An-Nuruddiny Pittumudi di Pattani, Thailand, dan Pondok Pesantren Universiti Sultan Abdul Halim Muadzam Shah (UniSHAMS) di Kedah, Malaysia. Seleksi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul serta untuk memperluas jangkauan kampus ke tingkat global.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beasiswa penuh bagi 20 mahasiswa asing pada tahun ajaran baru, yang akan terdistribusi di 5 Fakultas di IAIN Syekh Nurjati. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan capaian akreditasi unggul dan sebagai kontribusi dalam menjangkau masyarakat global.

Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, menegaskan komitmen Fakultasnya dalam mewujudkan visi tersebut. FUA menjadi Fakultas pertama yang menggagas program International Mobility dan mengutus perwakilan untuk menjadi asesor dalam seleksi mahasiswa asing di Thailand dan Malaysia.

Seleksi dilakukan melalui tahapan yang ketat, termasuk tes kecakapan akademik dan wawancara mendalam dengan lima penguji yang mengeksplorasi pemahaman santri tentang beberapa materi pokok. FUA akan menerima enam mahasiswa untuk belajar di tiga program studi dengan beasiswa penuh.

Pengasuh Pondok Pesantren An Nuruddiny, Ustadz Abd Razaq, menyambut baik inisiatif tersebut karena masih banyak santri di Pattani yang belum mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, dan kesempatan ini dianggap sebagai hadiah bagi mereka untuk memahami agama, budaya, dan peradaban Indonesia.

Salah satu peserta seleksi, Balqis, menyatakan harapannya untuk belajar di Indonesia, mengingat keterikatan yang kuat antara Indonesia dan Pattani baik dari segi bahasa maupun budaya.