Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Kerja Sama Internasional
Berita

Dosen FUA UINSSC Kunjungi UniSZA Malaysia, Bahas Peluang Kolaborasi Akademik Internasional

 

Terengganu, Malaysia — Dosen Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Andri Azis Putra, melakukan kunjungan akademik ke Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), yang berlokasi di Negeri Terengganu, Malaysia. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengambilan data penelitian sekaligus menjalin komunikasi akademik untuk membuka kemungkinan kerja sama antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UniSZA.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Andri diterima dengan sangat baik oleh Prof. Dr. Engku Ahmad Zaki bin Engku Alwi, profesor di Pusat Pengajian Usuluddin, Fakulti Pengajian Kontemporari Islam, UniSZA. Selain itu, pertemuan juga berlangsung bersama Dr. Nor Faridah binti Mat Nong, pensyarah universiti di Fakulti Pengajian Kontemporari Islam. Dr. Nor Faridah juga memegang peranan pentadbiran sebagai Penyelaras Industri-Akademia bagi fakulti tersebut, dengan bidang kepakaran yang meliputi kajian tentang self and social, identity theory, dan religious experience.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan jejaring akademik internasional, terutama dalam bidang kajian keislaman kontemporer, identitas keagamaan, masyarakat minoritas, serta dinamika keberagamaan di tengah perubahan sosial dan digital. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Engku Ahmad Zaki dan Dr. Nor Faridah banyak memberikan pandangan akademik terkait pentingnya membaca identitas masyarakat, terutama komunitas Muslim minoritas, secara hati-hati, kontekstual, dan berbasis pada pemahaman sosial-keagamaan yang lebih mendalam.

Menurut Dr. Andri, pertemuan tersebut memberi banyak perspektif penting bagi pengembangan riset yang sedang dilakukan, terutama karena UniSZA memiliki tradisi akademik yang kuat dalam kajian Islam kontemporer. Ia menilai bahwa kajian mengenai identitas Muslim minoritas, otoritas keagamaan, dan transformasi keberagamaan memerlukan ruang dialog yang luas dengan para akademisi yang memiliki perhatian terhadap isu-isu keislaman kontemporer.

Selain pembahasan akademik, pertemuan tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai kemungkinan kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UniSZA. Beberapa peluang kerja sama yang dibicarakan antara lain pengembangan short course, pertukaran pelajar, kemungkinan program double degree, international mobility, serta kolaborasi riset dan publikasi internasional. Program-program tersebut sejalan dengan arah penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi yang saat ini juga menjadi salah satu perhatian penting UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Prof. Engku Ahmad Zaki juga menyampaikan pentingnya memaksimalkan publikasi internasional sebagai salah satu jalan untuk memperkuat reputasi akademik perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama penelitian dan publikasi lintas negara dapat menjadi ruang yang produktif bagi dosen dan peneliti untuk mengembangkan kajian yang lebih luas, terutama dalam isu-isu keislaman, masyarakat, dan perubahan sosial kontemporer.

UniSZA sendiri merupakan salah satu universitas publik Malaysia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan cukup penting dalam peta pendidikan tinggi regional dan global. UniSZA tercatat berada pada kelompok #1401+ dunia. Sementara itu, dalam Times Higher Education World University Rankings 2026, UniSZA berada pada kelompok 1001–1200 dunia. Capaian ini menunjukkan bahwa UniSZA terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang diperhitungkan di tingkat internasional.

Pada tingkat Asia, UniSZA juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam QS Asia University Rankings 2026, UniSZA disebut berhasil naik ke posisi #486. Peningkatan tersebut memperlihatkan adanya perkembangan institusional yang konsisten, terutama dalam aspek penguatan kualitas akademik, reputasi kelembagaan, lingkungan internasional, dan daya tarik kampus bagi pelajar dari berbagai negara.

Dalam kategori pelajar internasional, UniSZA juga menempati posisi penting di Asia. UniSZA tercatat berada pada peringkat ke-95 di Asia untuk indikator rekrutmen pelajar internasional. Hal ini memperlihatkan bahwa UniSZA tidak hanya berkembang sebagai kampus nasional Malaysia, tetapi juga semakin menjadi ruang akademik yang terbuka bagi mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Kerja Sama Internasional

Di kawasan Asia Tenggara, UniSZA juga berhasil menembus kelompok 100 besar, yakni berada pada posisi #92. Capaian ini menempatkan UniSZA dalam lanskap kompetitif pendidikan tinggi ASEAN, berdampingan dengan berbagai universitas dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Posisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa UniSZA sedang membangun reputasi regional yang semakin kuat, terutama sebagai universitas yang memiliki basis keilmuan Islam, sosial, kesehatan, sains, dan kajian kontemporer.

Di tempat terpisah, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi, menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kunjungan ini bukan hanya menjadi agenda akademik individual, tetapi juga bagian dari ikhtiar Fakultas Ushuluddin dan Adab untuk memperluas ruang perjumpaan dengan kampus-kampus bereputasi di Asia Tenggara. Dr. Anwar Sanusi juga menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu kebutuhan penting Fakultas Ushuluddin dan Adab dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi yang semakin terbuka. Melalui komunikasi awal dengan UniSZA, ia berharap terdapat peluang yang dapat ditindaklanjuti secara lebih konkret, baik dalam bentuk short course, kuliah tamu, pertukaran pelajar, international mobility, kolaborasi riset, maupun publikasi internasional.

Ia juga menambahkan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Adab memiliki kepentingan besar untuk memperkuat jejaring internasional, khususnya dengan kampus-kampus yang memiliki perhatian terhadap kajian Islam, humaniora, kebudayaan, dan transformasi masyarakat. Dalam konteks tersebut, UniSZA dinilai sebagai salah satu mitra potensial karena memiliki kedekatan bidang keilmuan, terutama melalui Fakulti Pengajian Kontemporari Islam.

Tinggalkan Balasan