FUA Cirebon, 9 September 2023 – Sebuah upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kembali diikuti oleh Fakultas Ushuluddin dan Adab melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani. Pada tanggal 6 hingga 8 September 2023, 8 orang dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan intensif selama 3 hari di Wisma 1 Universitas Terbuka di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para dosen dalam menyusun modul yang inovatif, responsif, dan relevan dalam konteks pendidikan saat ini.
xx
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bukti nyata dari komitmen institut dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan di era digital. Batch pertama ini merupakan tahap awal dari program pelatihan yang akan dilanjutkan dengan Batch kedua pada tanggal 11 hingga 13 September mendatang. Penting untuk dicatat bahwa pelatihan ini tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi juga diarahkan untuk menghadapi perubahan paradigma pendidikan saat ini. Dalam dunia yang semakin terhubung dan didorong oleh teknologi, penyusunan modul yang efektif adalah kunci dalam memastikan pembelajaran yang efisien dan bermakna. Para dosen yang dipilih untuk mengikuti pelatihan ini dipercayakan untuk menjadi agen perubahan dalam pengembangan bahan ajar yang menginspirasi dan memungkinkan mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan potensinya.
Selama tiga hari intensif ini, para peserta dibekali dengan metode andragogi yang inovatif, yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembelajaran aktif dan mandiri. Dengan demikian, modul-modul yang akan dihasilkan bukan hanya sekadar materi pelajaran, tetapi juga alat untuk meningkatkan kemandirian dan pemahaman mahasiswa.

Hadir dalam pelatihan ini mendampingi para peserta, Ketua Lembaga Pengembangan Mutu (LPM), Ayus Ahmad Yusuf, dan perwakilan dari Pusat Pengelola Bisnis dan Investasi (PPBI). Sementara itu narasumber utama pelatihan adalah Ibu Dina Mustafa yang memberikan perspektif mendalam tentang pentingnya penyusunan modul sebagai bentuk karya ilmiah dan sumber belajar mandiri bagi mahasiswa. Ia juga mencermati peran penting modul dalam konteks unik PJJ berbasis siber yang digulirkan oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dalam pandangannya, modul harus memiliki karakteristik-karakteristik tertentu agar efektif dalam memfasilitasi pembelajaran.

Pelatihan ini juga memberikan gambaran sistematis dalam menyusun modul, dengan penekanan pada pengidentifikasian Kompetensi Utama dan Kompetensi Khusus, serta penyusunan struktur modul dalam setiap bab. Struktur tersebut mencakup judul, pendahuluan, pembagian topik dan subtopik, latihan, rangkuman, tes formatif, kunci jawaban, umpan balik, glosarium, dan daftar pustaka.
Selain itu, para peserta aktif terlibat dalam menyusun lembar kerja, yang kemudian dipresentasikan dan dikoreksi oleh fasilitator dan narasumber. Proses ini bukan hanya tentang penyampaian materi, tetapi juga pembuktian kemampuan peserta dalam menyusun modul yang efektif.
Para peserta pelatihan juga menyatakan apresiasi mereka atas kesempatan ini yang tidak hanya memberikan wawasan tentang penyusunan modul, tetapi juga pemahaman yang lebih dalam tentang penyusunan peta kompetensi, perancangan materi, dan evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Komitmen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi juga tercermin dalam keterlibatan langsung Rektor, Wakil Rektor I, dan para dekan dalam memantau pelaksanaan pelatihan. Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa kemampuan dosen dalam menyusun modul adalah salah satu indikator profesionalisme dalam melaksanakan pembelajaran dan penulisan karya ilmiah. Di saat yang sama, Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi turut memberikan motivasi dan dukungan penuh kepada para peserta, dengan harapan hasil dari pelatihan ini dapat memberikan dampak yang nyata bagi mahasiswa, program studi, fakultas, dan institusi, serta mendukung perjalanan transformasi menjadi universitas berbasis siber.
Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi selanjutnya turut pula menghadiri pertemuan antara Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Rektor UT, Prof. Ojat Darojat serta Profesor Im dari Universitas Han Kook, Korea Selatan. Dalam pertemuan ini, mereka membahas lebih dalam proses pembelajaran online yang telah sukses dilakukan di Korea. Sharing ide dan pengalaman ini tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga membuka pintu kerjasama yang menarik dengan universitas internasional.

Kegiatan pelatihan ini memiliki relevansi yang signifikan dalam mendukung visi Cyber Islamic University (CIU) sebagaimana komitmen dari seluruh civitas akademika FUA. Para dosen yang dilatih akan memiliki keterampilan penting dalam menyusun modul-modul yang tidak hanya memungkinkan pembelajaran yang efisien dan mandiri, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi teknologi informasi dan komunikasi secara optimal. Ini sejalan dengan misi CIU untuk menjadi pusat pendidikan tinggi yang unggul dalam pendidikan berbasis siber dengan standar mutu internasional. Oleh karena itu, pelatihan ini bukan hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tetapi juga mendukung perwujudan visi besar CIU sebagai lembaga pendidikan yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran yang lebih baik di seluruh dunia.



