Dalam seminar internasional yang digelar pada oleh Kulliyyah Ushuluddin Sains Al-Qur’an dan Bahasa Arab UniSHAMS, dua dosen dari Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Jurusan Ilmu Hadis (ILHA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon curi perhatian sebagai pembicara. Dalam suasana yang dihadiri oleh tokoh intelektual dan akademisi dari berbagai negara, para dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon mempresentasikan kajiannya tentang isu perubahan iklim ekstrim dan persoalan relasi gender menjadi isu yang menyita perhatian peserta seminar. Menyikapi dua isu utama tersebut dalam kesempatan seminar yang bertajuk “Quran and Hadits Studies in Malaysia and Indonesia” yang diselenggarakan di Universiti Islam Antarbangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah pada selasa, 5 Maret 2024 dosen-dosen FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan kritis menyampaikan ide-idenya. Dalam penampilan yang bersandingan dengan intelektual dari Mesir, Yaman, Malaysia, dan Indonesia, delegasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon berhasil menonjolkan pemikirannya.
Salah satu momen menarik adalah presentasi Amin Iskandar, Lc., M.Ag., menyampaikan hasil studinya tentang aktualisasi Hadis Lingkungan dalam menyukseskan program kota iklim Cirebon melalui upaya mitigasi dan adaptasi akibat perubahan iklim berbasis ekologi politik. Bahwa perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi manusia sehingga perlu dilakukan upaya nyata untuk mitigasi dan adaptasi. Pemerintah Indonesia merespon positif dengan menggulirkan program Kampung Iklim. Kota Cirebon mejadi salah satu dari sepuluh kota di Indonesia yang menjadi percontohan proyek kota berketahanan iklim dan inklusif. Sejalan dengan program tersebut Agama juga menganjurkan pada para pengikutnya untuk menjaga lingkungan, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an dan Hadis, Al-Qur’an surah al-Baqarah:60 dan al-A’raf:58 memuat larangan berbuat kerusakan, Hadis Rasulullah terkait menjaga lingkungan seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Sementara itu Nurkholidah, M.Ag mempresentasikan hasil studinya mengenai rekonstruksi terhadap pemaknaan perempuan yang diciptakan dari tulang rusuk berdasarkan perspektif hadits. Materi ini membahas analisis teks hadis terkait penciptaan perempuan secara tekstual maupun kontekstual, dengan tujuan untuk memahami redaksi tersebut secara komprehensif. Dalam paparannya Nurkholidah menemukan bahwa hadis wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki merupakan hadis shahih baik secara sanad maupun matan. Meski demikian, pemahaman yang tepat terhadap hadist wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki adalah dengan cara pemahaman kontekstual pendektan bahasa Makna kiasan seperti tulang rusuk adalah kiasan tentang seseorang yang kaku dan keras kepala,yang jika dipaksakan akan patah,tetapi jika dibiarkan akan keras seperti tulang. Jadi bukan soal penciptaan yang faktual perempuan dari tulang rusuk laki-laki. Melainkan kiasan metaforis tentang karakter perempuan/ istri dan relasinya lelaki /suami dalam kehidupan rumah tangga,seringkali kaku,tidak sabar,dan mudah marah. sabda hadis tersebut wanita tercipta dari tulang rusuk yang bengkok jika lelaki ingin meluruskan nya maka patah
Dalam kegiatan seminar internasional yang dihadiri oleh tokoh-tokoh akademis dari berbagai negara, Dekan FUA menjelaskan peran strategis FUA dalam menghasilkan kajian-kajian berkualitas tinggi. Ia menyampaikan bahwa dosen-dosen FUA tidak hanya memiliki keahlian dalam studi klasik, tetapi juga mampu mengintegrasikan isu-isu aktual yang menjadi perhatian global. Selaras dengan Dekan FUA, Rektor IAIN Cirebon menyetakan “Kami di FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon bangga dapat berbagi pandangan dan penelitian kami dalam forum internasional ini. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa problematika global yang dikaji dari perspektif hadis juga penting untuk dibicarakan untuk mendapat Solusi terbaik,” ujar Prof. Aan.
Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi M.Ag., merasa bangga dengan pencapaian ini, mengakui bahwa partisipasi aktif dosen dalam forum internasional semacam ini merupakan prestasi gemilang yang harus diapresiasi. Keberhasilan ini sejalan dengan visi Rektor IAIN Syekh Nurjati, yang menginginkan kampusnya menjadi pusat ilmu yang unggul dan mendunia.



