FUA KUALA LUMPUR, 29 Februari 2024 – Delegasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon mendapat sambutan hangat dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur Malaysia, Prof. Dr. Muhammad Firdaus, SP, MSI. Pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat utama KBRI Kuala Lumpur dikuti oleh Wakil Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA), Kordinator Program IMP, dan beberapa dosen BSA IAIN Syekh Nurjati. Dalam kesempatan ini rombongan menyampaikan laporan mengenai pencapaian dan prospek program internasional yang telah dijalankan.
Rektor IAIN Syekh Nurjati, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menegaskan komitmen perguruan tingginya untuk meningkatkan kualitas tridarma pendidikan tinggi Islam melalui kemitraan dengan perguruan tinggi lintas negara. Program International Mobility diharapkan dapat menciptakan program-program implementatif dan visioner guna meningkatkan Global Awareness serta daya saing PTKIN.
“Kami menganggap apresiasi dan dukungan Atdikbud KBRI di Malaysia sangat penting dalam merealisasikan inovasi program tridarma yang melibatkan Stake Holder terkait di Malaysia dan Indonesia,” ujar Prof. Dr. H. Aan Jaelani.
Dalam pandangannya, Prof. Dr. Muhammad Firdaus, SP, MSI menyatakan bahwa kolaborasi dan kemitraan global menjadi tanggung jawab setiap perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi tuntutan peningkatan standar kualifikasi menuju akreditasi unggul.
IAIN Syekh Nurjati, sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kawasan Ciayumajakuning, dinilai memiliki potensi yang sangat baik. Keberagaman warisan budaya, keraton, agama, dan manuskripnya yang mengagumkan menjadi potret kaya akan nilai-nilai. Dengan karakteristik pelajar Jawa Barat yang cenderung religius, IAIN Syekh Nurjati memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi ciri khas.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Muhammad Firdaus, SP, MSI menambahkan bahwa beberapa kampus di Malaysia sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan kampus di Indonesia. Program-program seperti PPL, KKN, pertukaran dosen, mahasiswa, magang dosen, magang mahasiswa, dan bidang pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan baik dalam skema kerjasama antara perguruan tinggi di Malaysia dan Indonesia.
“Apalagi, jika IAIN Syekh Nurjati tetap konsisten dalam mengembangkan prodi-prodi keislaman yang bereputasi dan berdaya saing global, ini dapat menarik perhatian masyarakat internasional untuk datang belajar ke Cirebon,” ungkapnya dengan semangat.



