Bandung — Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag, tampil sebagai narasumber dalam Forum Dekan Ushuluddin se-Indonesia yang digelar di Hotel Shakti Bandung. Kegiatan nasional ini diinisiasi oleh Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mengangkat isu strategis bertema penguatan peran keilmuan Ushuluddin dalam menghadapi krisis lingkungan melalui pendekatan politik ekologi dan ekoteologi Islam.
Dalam pemaparannya, Dr. Anwar Sanusi menjelaskan secara mendalam mengenai dinamika politik ekologi serta arah masa depan kebijakan lingkungan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa krisis ekologis tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis atau kerusakan alam semata, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur kekuasaan, model pembangunan, dan keberpihakan kebijakan yang berlangsung selama ini.
“Kerusakan lingkungan adalah persoalan struktural. Karena itu, kebijakan lingkungan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus berpijak pada prinsip keadilan ekologis dan keberlanjutan,” tegasnya di hadapan para Dekan dan akademisi Ushuluddin dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Forum ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Prof. Dr. Wahyudi Darmalaksana, M.Ag, yang menekankan peran penting Fakultas Ushuluddin sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman yang responsif terhadap isu-isu global, termasuk perubahan iklim dan kerusakan lingkungan hidup. Ia menilai topik politik ekologi sangat relevan untuk dikaji melalui perspektif keislaman, sosial, dan kajian kebijakan.
Dukungan terhadap agenda ini juga disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam harus mengambil peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tauhid, amanah, serta konsep khalifah fil ardh harus dapat diterjemahkan dalam kebijakan nyata dan langkah konkret dalam pelestarian lingkungan hidup.

Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan tanggapan kritis dari berbagai peserta forum terkait masa depan kebijakan lingkungan Indonesia, tantangan regulasi, hingga kontribusi intelektual Muslim dalam mendorong pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.
Pada sesi akhir, Dr. Anwar Sanusi menyampaikan bahwa FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap mengambil peran aktif dalam pengembangan kajian politik ekologi, riset lingkungan berbasis keislaman, serta pengabdian masyarakat yang mendukung pelestarian alam. Ia menegaskan bahwa forum nasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring intelektual antarfakultas Ushuluddin di seluruh Indonesia.
Kegiatan Forum Dekan Ushuluddin se-Indonesia ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Penguatan Ekoteologi Islam dalam Tridharma Perguruan Tinggi, sebagai komitmen bersama dalam mengarusutamakan nilai-nilai ekologi pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.



