Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Dekan FUA Dr. Anwar Sanusi, M.Ag. Lakukan Panen Padi Purba untuk Mendukung Ekologi dan Kearifan Lokal

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, melaksanakan kegiatan Panen Padi Purba sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Panen Padi Purba tersebut berlangsung di area persawahan masyarakat dan melibatkan petani lokal serta civitas akademika. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali warisan pertanian tradisional yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi.


Padi Purba sebagai Warisan Leluhur

Dalam keterangannya, Dekan FUA menegaskan bahwa padi purba tidak hanya memiliki fungsi sebagai sumber pangan. Menurutnya, padi purba juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi kehidupan masyarakat agraris Nusantara.

“Padi purba bukan hanya tanaman pangan, tetapi juga warisan leluhur yang mengajarkan keselarasan antara manusia dan alam. Melalui kegiatan ini, kita ingin menghidupkan kembali kesadaran ekologis dan nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pelestarian padi purba dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis di tengah tantangan perubahan lingkungan saat ini.


Sejarah dan Cara Penanaman Padi Purba

Padi purba merupakan varietas tradisional yang telah dibudidayakan secara turun-temurun sebelum berkembangnya benih modern. Jenis padi ini dikenal memiliki batang tinggi, akar kuat, dan daya tahan alami terhadap kondisi lingkungan tertentu.

Selanjutnya, proses penanaman padi purba dilakukan dengan metode tradisional. Petani menggunakan benih unggul lokal, pupuk organik, dan meminimalkan penggunaan bahan kimia agar kesuburan tanah tetap terjaga.

Masa tanam padi purba memang lebih panjang dibandingkan varietas modern. Namun demikian, kualitas bulir padi yang dihasilkan dinilai lebih alami dan memiliki nilai ekologis yang tinggi.


Keunikan Padi Purba yang Ramah Lingkungan

Salah satu keunikan padi purba terletak pada kemampuannya untuk tumbuh kembali setelah dipanen. Setelah batang dipotong, tunas baru dapat muncul dan kembali menghasilkan bulir padi tanpa proses penanaman ulang.

Dengan demikian, sistem ini dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan benih serta pengolahan lahan secara berulang.

Lebih lanjut, kemampuan tersebut menunjukkan kekayaan pengetahuan pertanian tradisional masyarakat Nusantara yang tetap relevan dalam konsep pertanian berkelanjutan.


Dorong Kesadaran Ekologis Masyarakat

Di tengah perkembangan pertanian modern, keberadaan padi purba kini kembali mendapat perhatian sebagai bagian dari pelestarian plasma nutfah lokal dan penguatan ketahanan pangan.

Melalui kegiatan ini, FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya menjaga warisan pertanian lokal.

Akhirnya, kegiatan panen ini menjadi simbol sinergi antara pendidikan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai kearifan lokal.


Hashtag Publikasi

#PanenPadiPurba
#EkologiIslam
#FUAUINSSC
#UINSSC
#KetahananPangan
#KearifanLokal
#PertanianBerkelanjutan
#PelestarianLingkungan

Tinggalkan Balasan