FUA Cirebon, 2 Juli 2024 – Pusat Kajian Sejarah dan Budaya (PKSB) dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) menerima kunjungan kehormatan dari Korem 063/SGJ. Kunjungan tersebut diwakili oleh Mayor Arh Dulkadir SH., MH., M.Sc. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Direktur PKSB, Dr. Zaenal Masduqi, M.Ag., MA, Guru Besar SPI, Prof. Dr. Didin Nurul Rosyidin, serta Wakil Dekan FUA, Wakhid Nasruddin,Ph.D.
Pertemuan ini membahas berbagai isu penting mengenai sejarah Cirebon, mulai dari masa Sunan Gunung Jati hingga konflik suksesi terkini yang melanda Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Diskusi ini diawali dari keprihatinan yang mendalam terhadap kemelut yang terjadi di kedua keraton tersebut. Dalam upaya mencari solusi, Danrem 063/SGJ berinisiatif mengadakan seminar dengan mengundang para tokoh yang terlibat untuk menyampaikan pandangan mereka.
Mayor Arh Dulkadir menyatakan apresiasinya terhadap peran PKSB dalam pelestarian sejarah dan budaya. Ia juga meminta PKSB untuk menghadirkan dua pakar sejarah dalam seminar yang akan datang. PKSB merespon permintaan tersebut dengan mendelegasikan Prof. Dr. Didin Nurul Rosyidin dan Dr. Tendi untuk berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar tersebut.
Seminar yang akan digelar diharapkan dapat menjadi ajang diskusi yang konstruktif dalam menyelesaikan konflik suksesi di Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Kehadiran para sejarawan dari PKSB diharapkan dapat memberikan perspektif akademis yang mendalam dan membantu merumuskan solusi yang tepat bagi kedua keraton.
Kerja sama antara Korem 063/SGJ dan PKSB ini diharapkan tidak hanya berdampak positif pada penyelesaian konflik suksesi, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian sejarah dan budaya Cirebon. Kedua belah pihak sepakat untuk terus bekerja sama dalam berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap sejarah dan budaya di masyarakat.



