FUA Kedah, 5 Maret 2024 – Civitas Akademika FUA IAIN Cirebon di tengah pelaksanaan International Mobility Program di UniSHAMS Malaysia turut memaparkan hasil penelitian nya masing-masing. Pada forum tersebut peserta memaparkan penelitian di hadapan masyayikh dan native speaker Arab. Hal ini menjadikan kontingen IAIN semangat dalam memupuk rasa percaya diri yang tinggi serta belajar banyak dari masyayikh yang ada.
Peserta IMP tersebut terdiri dari empat dosen dan enam mahasiswa, dari 6 Jurusan. Keemapat dosen itu yakni Dr. Hj. Hartati, MA., Amin Iskandar MA. (Ilmu Hadits), Dr. Achmad Lutfi, dan Nukholidah M.Ag (Ilmu Al qur’an dan tafsir). Sedangkan keenam mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan IMP ini adalah Rijalunnadhief, Naaela Khanifah (Ilmu Al qu’an dan tafsir), Aisyah, Khairul Anam ( Ilmu hadits ) serta Melisa Cahaya Lestari dan Nur Faizah (Bahasa dan Sastra Arab).
Faizah, sebagai salah satu peserta dari jurusan BSA berhasil memaparkan hasil penelitian nya dihadapan masyayikh dan mahasiswa post graduate UniSHAMS. Dengan bahasa Arab yang lancar, Faizah menyampaikan makalah berjudul “ Ma’na Kalimah Usbah fil Qur’anil Karim. Dirasatun dilaliyyatun ‘inda Tushiku Izutsu”. (Arti kata “Usbah” dalam Al- Qur’an: kajian semantik menurut Toshihiko Izutsu).
Berbekal persiapan kurang dari dua minggu, Faizah mendapat apresiasi tinggi dari masyayikh dan mahasiswa post graduate yang berada di forum yang sama. Pasal nya kedua mahasiswi dari BSA ini (bersama Melisa Cahaya Lestari) diminta khusus dari UniSHAMS untuk mengikuti program tersebut, setelah kedua jurusan lain mempersiapkan agenda ini dari akhir tahun 2023. Hal ini atas tindak lanjut program International Lecture Mobility di kampus yang sama yang sukses dilakukan dosen BSA pada Mei tahun lalu. Berbekal waktu dua minggu, Faizah dengan semangat dan gigih mempersiapkan agenda ini. Tentu nya persiapan tersebut tidak lepas dari dukungan dan bimbingan para dosen BSA.
Dalam presentasi tersebut, Faizah menyampaikan hasil analisis mengenai makna kata Usbah didalam Al-Qur’an kajian Semantik menurut Toshiko Izutsu. Usbah bermakna Golongan atau bahkan dalam surat al-Qasas diartikan sejumlah. Dalam penelitiannya di temukan 4 kata Usbah di dalam Al-Qur’an, terdiri dari surah Yusuf ayat 8 dan 12, Surat an-Nur Ayat 11 dan Surah al-Qasas ayat 76.
Analisis yang diperoleh hasil bahwa term ‘usbah’ memiliki makna dasar “golongan-golongan.” Makna dasar ini selalu melekat pada term ‘usbah’ dimanapun term tersebut diletakkan, termasuk di dalam konteks al-Qur’an. Adapun makna relasional dari term ‘usbah’ yang membentuk hubungan sintagmatik dan paradigmatik dengan lafaz dan teks lain di dalam al- Qur’an yang menunjukkan bahwa ‘usbah’ berkaitan erat dengan konteks golongan atau sekelompok orang.
Dalam kitab tafsir Misbahul Munir karya Quraish Shihab Disebut “golongan manusia” apabila mereka terdiri dari sepuluh orang ke atas. Ada juga yang mengatakan bahwa batasnya sampai lima belas orang, lafazh itu (ushbah) tidak memiliki bentuk tunggal, seperti lafazh an-nafar dan ar-rahth.
Kata tersebut kemudian diartikan sesuai dengan berbagai kamus bahasa Arab ataupun dari berbagai Kitab Tafsir. Mengingat makna di dalam terjemahan hanyalah sebatas menyalin dari bahasa satu ke bahasa lainnya, dalam hal ini bermakna bahwasanya bahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa yang dikehendaki. Sedangkan tafsir memiliki pengertian yang begitu luas dan mendalam terkait makna Al-Qur’an. Adapun tujuan dilakukan nya penelitian ini adalah untuk mengetahui makna kata yang lebih akurat dan sesuai dengan tafsir Al-Qur’an menurut Semantik Toshiko Izutsu.
Ebrahim Mohammad Ahmad Eldesoky selaku moderator menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Faizah. Pasal nya mahasiswi semester 4 dapat memaparkan materi berbahasa arab dengan santai dan lugas di hadapan masyayikh dan mahasiswa S2. Ia berpesan kepada Faizah untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan tetap semangat dalam menekuni dunia kepenelitian, terutama bidang bahasa Arab serta kaitannya dengan Ilmu-ilmu lainnya khususnya ilmu Al-Qur’an dan tafsir.



