Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Fakultas Ushuluddin dan Adab Mengadakan Konferensi Internasional dan Penandatanganan MoU sebagai Upaya Penguatan Kerjasama Internasional dengan Al-Mustafa International University Iran dan STAI Sadra Jakarta

FUA, Cirebon- Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk International Conference on Religious Studies and Islamic Philosophy. Acara bergengsi ini diadakan pada hari Selasa, 20 Juni 2023 di Auditorium FITK dan menjadi kolaborasi antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Al-Mustafa International University Iran dan STAI Sadra Jakarta.

Konferensi ini mengangkat tema yang relevan dalam isu akademik, yaitu “Islamic Philosophy and Interfaith Dialogue: Reimaging Inclusive Paradigm on Public Sphere”. Rangkaian kegiatan ilmiah ini bertujuan untuk membahas filsafat Islam dan diskusi antar agama. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Al-Mustafa International University Iran, serta kerjasama antara Fakultas Ushuluddin dan Adab dengan Al-Mustafa International Iran dan STAI Sadra Jakarta.

Dalam sambutan pembukaan, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konferensi internasional ini. Beliau berharap acara ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah untuk membahas isu-isu akademik yang relevan. Selain itu, kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dalam berbagai bidang, terutama di bidang pendidikan. Kerjasama internasional merupakan salah satu visi misi Fakultas Ushuluddin dan Adab untuk menjadi fakultas yang unggul dan terdepan.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, juga menyampaikan pentingnya membangun paradigma inklusif dalam dialog antar agama sebagai aspek vital dalam membangun transformasi kelembagaan. Beliau secara resmi membuka konferensi ini dengan membaca Basmallah bersama-sama dengan para peserta.

Konferensi ini menyajikan diskusi panel yang dimoderatori oleh Wakhid Nasrudin, Ph.D. Tiga pemateri eksternal hadir dalam diskusi panel ini, yaitu Prof. Dr. Hossein Mutaqhi dari Al-Mustafa International University Iran, Dr. Kholid Al Walid, M.A, dan Ammar Fauzi, Ph.D. Dalam sesi presentasinya, Prof. Dr. Hossein Mutaqhi menekankan pentingnya dialog sebagai sarana untuk menciptakan keharmonisan hidup antar agama. Beliau menyampaikan betapa pentingnya kekuatan dialog, pemikiran, dan argumentasi yang tidak boleh diabaikan, terlepas dari kekuatan fisik dan militer yang ada.

Selanjutnya, Ammar Fauzi, Ph.D, mengupas filsafat dan iman terkait tantangan dalam dialog antar agama. Beliau menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi adalah atheisme dan otonomi manusia, perdukunan dan hal-hal yang bersifat supranatural, liberalism dalam beragama, serta budaya asing seperti Bid’ah dan produk manusia yang dapat menyesatkan.

Dr. Kholid Al Walid, M.A, membawakan topik “Religion on Islamic Philosophy Perspective” yang membahas kesatuan agama-agama (Wahdat al-Adyan), pluralitas agama-agama, dan Ashalat al-Adyan. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa setiap agama memiliki independensi masing-masing, karena hadir dalam konteks zaman dan waktu yang spesifik. Namun, ketika agama-agama hadir pada periode yang sama, sering kali terjadi penegasian klaim sebagai pemilik kebenaran.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Dedi Jubaedi, M.A. Guru Besar bidang Tasawuf sebagai pembicara internal pertama dari FUA menyampaikan bahwa “Islam is not only for aqidah but also for communication with each other, allowing us to establish a deep connection. Miscommunication can occur at any time and can lead to problems.” Selanjutnya Prof. Dr. Ahmad Asmuni, M.Ag, menyampaikan materi berjudul Islamic Philosophy and the Interreligious Dialogue in Shaping the Peaceful World.

Kemudian Syahrul Kirom, M.Phil., menyampaikan tentang Influence of Islamic Philosophy on the Faith and Practice of Dialogue Religious, bahwa filsafat islam seharusnya bisa memperkuat iman kita dan dengan iman kita bisa membangun dialog lingkar agama, sehingga iman menjadi salah satu kunci dalam membangun keharmonisan. Hanung Sito Rohmawati, M.Hum, sebagai panelis terakhir menyampaikan materi tentang Harmoni in Diversity Interreligious Dialogue through Local Tradition. Hanung mengungkapkan bahwa tradisi lokal dapat memainkan perannya dalam mempromosikan dialog antaragama dan keharmonisan dalam keragaman.

Selain itu, konferensi ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab untuk mempresentasikan hasil penelitian dan artikel mereka. Hal ini menjadikan konferensi ini sebagai agenda rutin fakultas untuk memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa dalam memperluas wawasan dan membangun jaringan di kancah internasional.

Diharapkan, melalui terselenggaranya konferensi ini, wawasan mengenai dialog antar agama dapat semakin diperluas oleh dosen dan mahasiswa yang hadir. Konferensi ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Fakultas Ushuluddin dan Adab dalam menjadi fakultas yang unggul, terkemuka, dan mendunia.