FUA Cirebon, 21 Agustus 2024 – Dalam upaya menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati antara Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kedua institusi melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring. FGD ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam pembentukan Pusat Riset Kolaborasi yang akan menjadi wadah kerja sama intensif di bidang riset dan publikasi.
FGD ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, yang didampingi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Keterlibatan unsur akademik dalam diskusi ini juga sangat terasa, khususnya dari Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI), dengan hadirnya tokoh-tokoh penting seperti Prof. Didin Nurul Rosidin, Ph.D., dan Dr. H. Zaenal Masduqi, yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian dan Studi Budaya (PKSB).

Dari pihak BRIN, diskusi ini dipimpin oleh Wuri Handoko, M.Hum., Kepala Pusat Khazanah Keagamaan dan Peradaban, dan Dr. Sastri Sujiatni, Kepala Pusat Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan. Keduanya hadir bersama tim peneliti dari masing-masing pusat riset yang berada di bawah naungan BRIN. Kehadiran para ahli dari kedua belah pihak menandakan keseriusan dan komitmen dalam membangun sinergi yang kuat untuk pengembangan riset kolaboratif di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, mengungkapkan rasa antusiasmenya terhadap inisiatif ini. Ia berharap Pusat Riset Kolaborasi yang akan dibentuk nanti dapat menjadi katalisator dalam mendukung berbagai program utama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya yang berfokus pada digitalisasi. “Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi ini untuk memperkuat kapabilitas kami dalam riset dan inovasi, sejalan dengan visi kampus sebagai pelopor dalam transformasi digital,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Sementara itu, pihak BRIN melalui Wuri Handoko dan Dr. Sastri Sujiatni menyatakan harapannya agar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat menjadi mitra yang solid dalam bidang riset dan publikasi. Mereka melihat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai institusi yang memiliki kapabilitas kuat dalam penelitian, yang nantinya dapat memperkaya hasil-hasil riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

FGD ini bukan hanya sekadar diskusi, melainkan langkah konkret dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui penguatan kerja sama ini, diharapkan kampus ini dapat terus berperan sebagai pemain utama dalam bidang penelitian dan publikasi di Indonesia. Diskusi yang berlangsung penuh semangat ini juga menjadi bukti nyata bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap berkompetisi di kancah nasional maupun internasional, dengan dukungan dari lembaga riset terkemuka seperti BRIN.
Kerjasama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembentukan Pusat Riset Kolaborasi, tetapi juga membuka peluang bagi proyek-proyek riset berkelanjutan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Melalui sinergi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan mampu mewujudkan visi besarnya sebagai kampus yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam inovasi dan riset yang berdampak luas bagi masyarakat.



