Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Hari Kedua Raker FUA UIN SSC 2026 Bahas Strategi Menuju Perguruan Tinggi Unggul

Yogyakarta — Raker FUA 2026 memasuki hari kedua pada Senin, 9 Februari 2026. Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memusatkan agenda pada penguatan strategi lembaga. Melalui Raker FUA 2026, fakultas menegaskan komitmen menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing internasional.

Kegiatan berlangsung di Grand Malioboro Yogyakarta. Pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris jurusan, serta pengelola akademik mengikuti forum secara aktif. Oleh karena itu, diskusi berjalan dinamis dan terarah.

Agenda utama menghadirkan sesi narasumber bertema strategi pengembangan lembaga. Fakultas menghadirkan Prof. Dr. Muh. Nashirudin, M.A., M.Ag., asesor BAN-PT. Sementara itu, Wakil Dekan II FUA, Dr. Naeila Rifatil Muna, M.Pd., memandu jalannya diskusi.

Penguatan IAPS 5.1 dan Budaya Mutu

Prof. Nashirudin menekankan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap Instrumen Akreditasi Program Studi IAPS 5.1. Ia menjelaskan bahwa akreditasi unggul memerlukan konsistensi budaya mutu. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan sistem yang berkelanjutan.

Ia menyatakan bahwa kelengkapan dokumen tidak cukup tanpa implementasi nyata. Selanjutnya, ia mendorong program studi memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal melalui siklus PPEPP. Dengan demikian, budaya mutu dapat berjalan sistematis.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi data dengan PD DIKTI. Seluruh aktivitas tridharma dan luaran program studi harus terdokumentasi akurat. Lebih lanjut, data tersebut menjadi rujukan utama dalam asesmen kecukupan dan lapangan.

Empat Pilar Strategis Akreditasi

Prof. Nashirudin menguraikan empat pilar utama IAPS 5.1. Pilar tersebut meliputi budaya mutu, relevansi, akuntabilitas, dan diferensiasi misi. Oleh karena itu, setiap program studi perlu memahami indikator secara menyeluruh.

Pada aspek relevansi, ia menyoroti kesesuaian kurikulum dan fleksibilitas pembelajaran. Ia juga menekankan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian. Sementara itu, pengakuan pemangku kepentingan menjadi indikator penting kualitas lulusan.

Aspek akuntabilitas menuntut tata pamong yang transparan dan profesional. Program studi perlu melaksanakan survei kepuasan secara berkala. Dengan demikian, prinsip Good University Governance dapat diterapkan konsisten.

Ia menambahkan bahwa diferensiasi misi harus jelas dan terukur. Visi keilmuan program studi harus selaras dengan arah universitas. Lebih lanjut, keselarasan ini memperkuat identitas akademik fakultas.

Diskusi Strategis dan Kesiapan Reakreditasi

Moderator menyampaikan bahwa materi ini menjadi penguatan strategis bagi jurusan. Ia menegaskan pentingnya penyusunan LED dan LKPS berbasis data. Selanjutnya, pimpinan jurusan dapat merancang dokumen lebih terukur dan akuntabel.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif. Peserta membahas kesiapan jurusan yang akan menjalani reakreditasi 2026. Jurusan tersebut meliputi Bahasa dan Sastra Arab, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Ilmu Hadis.

Forum memfokuskan pembahasan pada pemenuhan indikator IAPS 5.1. Selain itu, peserta membahas sinkronisasi data PD DIKTI dan penguatan luaran tridharma. Akhirnya, peserta merumuskan strategi mitigasi terhadap potensi kekurangan dokumen.

Melalui sesi ini, peserta memperoleh arahan teknis yang aplikatif. Dengan demikian, Raker FUA 2026 hari kedua memperkuat kesiapan akreditasi. Fakultas Ushuluddin dan Adab terus melangkah menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing internasional.

Tinggalkan Balasan