Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Melaksanakan Peninjauan Kurikulum MBKM dan Benchmarking Laboratorium ke UIN Walisongo Semarang

FUA, Cirebon – Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi  IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan lawatan ke prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang pada hari Kamis (16 Juni 2023) lalu. Agenda kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kurikulum MBKM dan benchmarking laboratorium jurusan. Rombongan ini dipimpin langsung oleh Kajur Tapsi, Dr. Izzuddin, M.A. didampingi oleh Sekretaris Jurusan Naeila Rifatil Muna, S.Psi., M.Pd.I., M.Psi., Psikolog, beserta dosen Tapsi lainnya yaitu Muhammad Ikhsan Ghofur, S.Pd.I., M.A., Siti Asiyah, S.Th.I., M.Ag. dan Andri Azis Putra, M.Phil.. Rombongan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini disambut oleh Wakil Dekan I Fuhum UIN Walisongo Semarang, Dr. Sulaiman, M.Ag. yang didampingi oleh Wakil Dekan II, Rokhmah Ulfah, M.Ag., Ketua Program Studi TP, Fitriyati, S.Psi., M.Si., Psikolog, dan Sekretaris Jurusan TP, Ulin Ni’am Masruri, Lc., M.A. bersama para dosen Prodi TP lainnya.

Dalam sambutannya, Wadek I Fuhum UIN Walisongo Semarang menyampaikan bahwa kunjungan Jurusan Tapsi ke UIN Walisongo terjadi pada waktu yang sangat tepat, yaitu sehubungan dengan akan dirilisnya kurikulum terbaru Prodi Tasawuf dan Psikoterapi. Dr. Sulaiman juga mengungkapkan bahwa rencana pengadaan Laboratorium di Tapsi adalah langkah yang sangat strategis, karena menjadi faktor penentu akreditasi Prodi menuju unggul. Selain itu, Dr. Sulaiman mengungkapkan urgensitas menambah CPL terkait dengan pemberi layanan terapi keagamaan bagi pasien terminal. Seterusnya, disampaikan juga mengenai pentingnya pengembangan pembelajaran dengan metode team teaching.

Ketua Jurusan Tapsi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Izzuddin, M.A. menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas sambutan dan penerimaan dari Fuhum UIN Walisongo. Dr. Izzuddin mengungkapkan bahwa tujuan kunjungan ke UIN Walisongo meliputi persoalan-persoalan mendasar yang ditemukan di Cirebon, persoalan laboratorium, persoalan kurikulum, dan akreditasi jurusan. Dr. Izzuddin juga mengungkapkan keinginan jurusan Tapsi untuk belajar di UIN Walisongo terutama berkaitan dengan persiapan akreditasi dan melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan oleh jurusan.

Sementara itu, Ketua Prodi TP Fitriyati mengungkapkan apresiasi dan rasa terimakasih yang sangat besar kepada Jurusan Tapsi IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menjatuhkan pilihan kepada prodi mereka. Menurut Fitri, diperlukan kolaborasi dan sinergisitas yang tinggi untuk dapat menentukan arah pengembangan Prodi Tapsi se-Indonesia. Fitriyati memulai diskusi dengan mengungkapkan bahwa persoalan mendasar seluruh prodi TP di Indonesia adalah dalam menyepakati arah jurusan TP. Setidaknya menurut Fitri, standar keilmuan yang akan digunakan di TP didasarkan kepada standar WHO.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan seluruh peserta yang terdiri dari para dosen Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo Semarang dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, para alumni, dan mahassiwa aktif Prodi TP. Dalam diskusi intensif ini, muncul beberapa persoalan dan isu utama yang ditemukan di prodi TP, yaitu:

  1. Rendahnya posisi bargain jurusan TP di dunia kesehatan;
  2. Belum ditemukannya perbedaan yang distintif antara TP dan psikologi;
  3. Praktikum para mahasiswa yang sering bersifat dadakan;
  4. Masih lamanya waktu tunggu alumni dalam mendapatkan pekerjaan;
  5. Kurikulum TP belum memerhatikan aspek praktis sebagai modal utama menjadi praktisi;
  6. Penerimaan asosiasi profesi seperti Himpsi terhadap alumni TP masih problematis;
  7. Permintaan industri belum bisa disesuaikan oleh TP.

Berdasarkan isu-isu yang dibahas di atas, didapatkan beberapa poin strategis dalam kunjungan ini antara lain,

  1. Jurusan Tapsi akan mengoptimalkan laboratorium, melingkupi SDM, fasiltas, dan penyesuaian dengan standar WHO dan Himpsi;
  2. Kurikulum akan menekankan penyesuaian pada proporsi teori dan praktik secara seimbang;
  3. Akan diadakan forum ilmiah antara jurusan TP yang diinisiasi oleh TP UIN Walisongo Semarang dan Tapsi IAIN Syekh Nurjati Cirebon;
  4. Pencarian distingsi jurusan Tapsi IAIN Seyekh Nurjati Cirebon sebagai upaya pencarian novelty jurusan;
  5. Akan mengikuti update penyusunan kurikulum baru dari UIN Walisongo Smr yang direncanakan rilis pada bulan Agustus 2023.

Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan berkeliling Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang. Rombongan yang terdiri dari 5 (lima) orang dosen Tapsi IAIN Cirebon ini, menyempatkan diri untuk mengunjungi Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo sebelum akhirnya mengakhiri kunjungan di siang harinya.

Sementara itu dari tempat yang berbeda, Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati, Dr. Anwar Sanusi menyampaikan dukungan penuhnya terhadap kunjungan yang dilakukan oleh pengurus Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi ini. Kunjungan peninjauan kurikulum MBKM dan benchmarking laboratorium jurusan ini diharapkan dapat membantu optimalisasi pengembangan jurusan Tapsi, terutama menghadapi akreditasi jurusan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (AAP)