Kamis (03/05/18) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (F.UAD) menggelar Workshop Peningkatan dan Pengembangan Wawasan Keilmuan Bagi Mahasiswa. Kegiatan yang mengangkat tema “Kompetensi Literasi Mahasiswa dalam Distingsi Keilmuan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah” ini berlangsung selama dua hari yakni hari kamis dan jum’at, 3-4 Mei 2018 dan bertempat di Aula Lantai IV Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (F.UAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. coque iphone 7 Workshop tersebut menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Dr. Giovani Van Rega, M.Ag (Tokoh Literasi Nasional), Ust. Jana Ridwan (Abah Uje), David Arianto, ST, Mister Ben, As Muda (President Ampli), Mang Yayat (Aktifis Literasi-Peraih Penghargaan dari Jokowi tahun 2017), Ust Hakim Firmansyah, dan Fahmi. coque iphone x Turut hadir juga dalam workshop tersebut Dekan F.UAD Dr. Hajam, M.Ag, Wakil Dekan I, II dan III di Lingkungan F.UAD serta dosen dan mahasiswa di Lingkungan F.UAD. Mengawali paparannya, Dr. Giovani Van Rega, M.Ag menyampaikan bahwa saat ini masyarakat dunia telah melakukan pergantian 4 jaman, yaitu jaman agraria, jaman revolusi industri, jaman informatika dan jaman inovasi. “4 jaman inilah kita harus benar-benar bisa memahami sehingga kita tidak seperti berjalan tanpa arah disebabkan tidak memahami dimana posisi kita. Ketika kita tidak tahu posisi dimana dan di jaman apa kita berada, maka sudah dipastikan kita akan menjadi “korban” Jaman” ungkapnya. Lebih lanjut Mang Geo -sapaan akrabnya- mengutarakan bahwa kurikulum di Indonesia perlu dipertimbangkan. coque iphone 8 Kurikulum di Indonesia ternyata mencetak manusia untuk menjadi “pekerja” bukan menjadi “innovator”. Di Finlandia beserta Negara-negara maju lainnya, kurikulumnya adalah kurikulum pencetak generasi inovasi, hampir rata-rata negara maju mengunakan kurikulum berbasis inovasi. Dengan berliterasi kita bisa mengetahui hal apakah yang harus di revitalisasi di negeri ini khususnya pada kurikulum pendidikannya. Bisakah masyarakat Indonesia berliterasi dengan baik? Minimal setiap orang punya 1 ide besar dalam hidupnya, insyaallah Indonesia akan maju. coque iphone “Hidup hanya sekali maka beri arti “Berliterasi atau terjajah selamanya” pungkasnya. coque iphone soldes Sementara itu, Ust. Jana Ridwan (Abah Uje) memaparkan bahwa keberhasilan suatu negara dapat dilihat dari kualitas bangsanya. Dan pemuda _dalam hal ini mahasiswa_ memiliki peran yang besar bagi perubahan-perubahan di Indonesia. coque iphone 8 Sehingga mahasiswa dijuluki sebagai “Agent of Change”. Sebagai agen perubahan, dengan sikap kritis dan semangat, kita harus memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan suatu gerakan perubahan. Lebih lanjut Abah Uje menyampaikan bahwa ayat yang pertama kali diturunkan dalam Al-Qur’an adalah QS Al Alaq ayat 1-5. coque iphone outlet Ayat ini menjadi landasan dalam berliterasi. “Iqra bismirabbik” bacalah dengan menyebut nama Tuhan MU. “Apa yang harus kita baca di Indonesia? bacalah pemerintahannya, bacalah perekonomiannya, bacalah peradaban Jamannya, bacalah pola fikir masyarakatnya, dan bacalah sistem pendidikannya” tuturnya. Untuk itu Abah uje mengajak kepada seluruh peserta workshop untuk berliterasi dengan basis bismirobbik.



