Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Mahasiswa FUA Ikuti Pembekalan Internasional ITHLA ABROAD 7
Berita

Mahasiswa FUA ikuti Pembekalan Program Guru Bahasa Arab Tingkat Internasional : Seminar “Tips and Tricks Micro Teaching” ITHLA ABROAD 7 7

Pembekalan Program Guru Bahasa Arab Internasional ITHLA ABROAD 7

Program guru bahasa Arab internasional dan ITHLA ABROAD 7 menjadi fokus utama dalam kegiatan pembekalan yang diikuti mahasiswa FUA di Aula Pusdiklat Kementerian Agama RI pada 21 September 2025. Pembekalan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan para peserta menghadapi tantangan mengajar di luar negeri. Dengan semangat tinggi, mahasiswa FUA dan peserta lainnya berkomitmen menjadi pengajar profesional yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menjaga citra positif bangsa. Melalui kegiatan program guru bahasa Arab internasional, para peserta ITHLA ABROAD 7 diharapkan siap beradaptasi dengan lingkungan baru dan membawa nilai-nilai luhur pendidikan Indonesia ke panggung global.

Seminar bertajuk “Tips and Tricks Micro Teaching” dirancang khusus untuk memberikan pembekalan praktis mengenai metode dan strategi mengajar efektif di luar negeri. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju program guru bahasa Arab internasional ITHLA ABROAD BATCH 7 yang akan mengirim peserta ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan arahan mengenai pentingnya kreativitas dalam menyampaikan materi, penggunaan media pembelajaran yang menarik, serta cara menghadapi perbedaan kultur dan karakter siswa di berbagai negara.

Seminar ini juga menekankan bahwa mengajar di luar negeri tidak hanya tentang mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi dan komunikasi lintas budaya. Dengan demikian, peserta tidak hanya menjadi pengajar, melainkan juga duta bangsa Indonesia yang membawa pesan perdamaian dan keunggulan pendidikan nasional.

Materi utama seminar disampaikan oleh Muhammad Ihwanul Muslimin, seorang demisioner ITHLA ABROAD yang telah berpengalaman dalam dunia pendidikan internasional. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan,“Mengajar di luar negeri bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang membangun komunikasi lintas budaya serta menunjukkan citra positif bangsa.”Beliau menambahkan bahwa kunci keberhasilan di luar negeri terletak pada keterampilan pedagogis, kemampuan berkomunikasi efektif, dan adaptasi budaya. Pesan ini memberikan dorongan besar bagi para peserta agar terus meningkatkan kemampuan profesional sekaligus menjaga nama baik Indonesia di setiap langkah pengabdian mereka.

Antusiasme tinggi terlihat dari seluruh peserta, termasuk dua mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dari Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Syekh Nurjati Cirebon, yaitu Ahmad Faizin Muzaqi dan Razanne Aghnia Ilmi. Mereka berdua merupakan bagian dari delegasi yang akan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Ahmad Faizin Muzaqi menyampaikan,“Dengan mengikuti acara ini saya menjadi lebih percaya diri untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional dan membawa nama FUA ke tiga negara untuk mendukung FUA Unggul dan Berkelas Dunia.”Sementara itu, Razanne Aghnia Ilmi menambahkan,“Semoga setelah ini semakin banyak mahasiswa FUA yang berani tampil. Saya yakin FUA akan Unggul dan Berkelas Dunia.”

Pesan dan motivasi dari Muhammad Ihwanul Muslimin menjadi penyemangat bagi seluruh peserta. Mereka menyadari bahwa menjadi pengajar di luar negeri bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar. Para peserta ITHLA ABROAD 7 diharapkan mampu menjadi duta bangsa Indonesia yang profesional, berintegritas, dan berkarakter unggul.

Dengan bekal kuat dari pembekalan ini, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab siap membuktikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global dalam bidang pendidikan bahasa Arab. Melalui program guru bahasa Arab internasional, mereka akan membawa semangat pengabdian, keilmuan, dan nilai-nilai luhur bangsa ke dunia internasional.

Tinggalkan Balasan