FUA Cirebon, 13 November 2024 – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Mahasiswa Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, Alfiyah Makarrimdari berkolaborasi dengan Dede Al Mustaqim dari Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Studi Pemikiran Politik Islam. Kompetisi yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 9 November 2024 ini memberikan penghargaan tertinggi kepada karya mereka yang berjudul, “Tinjauan Prinsip Non-Discriminatiebeginsel terhadap KPU dalam Pemenuhan Hak Pilih Penyandang Disabilitas pada Pilkada 2024.”
Penelitian yang dilakukan oleh Dede dan Alfiyah menyoroti pentingnya prinsip Non-Discriminatiebeginsel, atau prinsip non-diskriminasi, dalam pelaksanaan Pilkada 2024 di Desa Kerandon, khususnya terkait hak pilih bagi penyandang disabilitas. Karya ini mengangkat tiga isu utama: penerapan prinsip non-diskriminasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam aspek fisik, administratif, dan informasi, serta solusi untuk meningkatkan aksesibilitas dan partisipasi mereka dalam proses demokrasi.
Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan, Dede dan Alfiyah melakukan wawancara mendalam dan observasi langsung di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Mereka mewawancarai penyandang disabilitas dan pihak KPU serta menganalisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KPU telah menyediakan fasilitas akses, seperti template Braille dan kursi roda, namun masih terdapat kendala fisik dan administratif, seperti aksesibilitas bagi pengguna kursi roda yang kurang memadai dan prosedur administrasi yang dirasakan rumit. Penelitian ini juga mengungkap perlunya peningkatan dalam proses pendampingan pemilih untuk menjaga netralitas dalam mendampingi penyandang disabilitas.
Dalam karya mereka, Dede dan Alfiyah mengusulkan sejumlah solusi, di antaranya peningkatan infrastruktur di TPS, penyederhanaan prosedur administratif, serta sosialisasi pemilu yang inklusif bagi semua kalangan. Mereka juga menekankan pentingnya pelatihan bagi pendamping pemilih agar dapat membantu tanpa mengarahkan pilihan politik.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Dede dan Alfiyah, tetapi juga memperkuat komitmen UIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mencetak lulusan yang berkualitas dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika UIN Syekh Nurjati untuk terus menghasilkan karya yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Dalam kesempatan yang berbeda Dr. Anwar Sanusi, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi mahasiswa FUA ini. Dr. Anwar menyampaikan bahwa “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki kemampuan bersaing di level internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman”.



