Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Mahasiswa IAT FUA Magang di Start-Up Digital Sebagai Wujud Adaptasi Karir Lulusa PTKIN di Era Siber

FUA CIREBON, 26 November 2024 – Dunia digital yang terus berkembang pesat menghadirkan tantangan dan peluang yang semakin besar, terutama bagi generasi muda. Akmal Rijaldi Maulana, mahasiswa semester 7 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), berhasil membuktikan bahwa mahasiswa PTKIN juga dapat beradaptasi dan bersaing di ranah digital. Akmal berhasil diterima magang di tiga start-up digital sekaligus, yakni Jagoprompt, Soko Financial, dan PT Renjana Sinergi Indonesia, sebagai tim media sosial.

Keberhasilan Akmal tidak datang begitu saja. Perjalanan panjangnya dimulai dari ketertarikannya pada dunia teknologi dan pemasaran digital. Meski tidak aktif dalam organisasi kampus, Akmal menunjukkan dedikasi yang tinggi untuk belajar secara mandiri. Ia memulai dengan mendalami dasar-dasar bisnis B2C dan B2B, desain grafis, pengelolaan media sosial, hingga strategi konten digital. Ia bahkan mengasah kemampuan analisis performa akun media sosial, yang menjadi salah satu keahlian penting di era digital saat ini.

Tak hanya itu, Akmal juga memperluas wawasannya ke bidang ekonomi global dan teknologi mutakhir. Ia memahami berbagai konsep ekonomi makro seperti indeks harga konsumen dan kebijakan moneter, termasuk yang diterapkan oleh The Federal Reserve (The Fed). Di sisi lain, ia juga mengikuti perkembangan teknologi modern seperti bioteknologi (neuralink), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan blockchain berbasis web3.

“Setiap tantangan yang saya hadapi selama proses pembelajaran ini justru menjadi motivasi untuk terus berkembang. Perjalanan ini mengharuskan saya keluar dari zona nyaman, tetapi hal itu sangat sepadan dengan apa yang saya capai saat ini,” ujar Akmal.

Keberanian Akmal untuk memulai langkah besar tercermin pada tahun 2020, ketika ia membangun usaha daring bernama blue.eyes_store yang berfokus pada produk digital di bidang gaming. Lewat platform Itemku dan media sosial Instagram, Akmal belajar mengelola bisnis kecil yang menjadi dasar keahliannya di dunia digital marketing. Perjalanan tersebut berlanjut hingga tahun 2024, ketika ia bersama Wildan, rekannya sesama mahasiswa IAT, mendapat kepercayaan untuk mengelola akun official Program Studi IAT.

Langkah ini menjadi batu loncatan yang membuka jalan bagi Akmal untuk diterima magang di tiga perusahaan start-up sekaligus. Seluruh pekerjaan dilakukan secara work from home (WFH), yang memberinya kesempatan belajar lebih mendalam tentang profesionalisme, dinamika kerja tim, hingga bagaimana ide-ide kreatif dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang berdampak.

Akmal tak lupa menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. “Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua saya atas doa dan dukungannya yang tiada henti. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Prodi IAT, Bapak Maimun, dan Dekan FUA, Bapak Dr. Anwar Sanusi, atas kepercayaan dan fasilitas yang telah diberikan. Semua ini menjadi landasan kokoh untuk perjalanan saya ke depan,” ungkapnya penuh haru.

Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas prestasi Akmal. Menurutnya, keberhasilan Akmal adalah bukti nyata bahwa mahasiswa PTKIN dapat bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis dengan pendekatan berbasis digital. “Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, mahasiswa PTKIN harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat kompetensi mereka. Pendekatan berbasis digital dan siber adalah jalan yang relevan dan strategis bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan global. Keberhasilan Akmal menjadi inspirasi bahwa nilai-nilai Islam dapat dikembangkan melalui inovasi teknologi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Anwar Sanusi menegaskan bahwa Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN SSC selalu berkomitmen mendukung pengembangan mahasiswa agar mampu menjawab kebutuhan zaman. “Kami selalu mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman, memperluas wawasan, dan berani mencoba hal-hal baru. Akmal adalah contoh bagaimana tradisi keilmuan Islam dapat dipadukan dengan inovasi modern untuk menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan Akmal menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya. Kisahnya menunjukkan bahwa era keterbukaan informasi bukanlah ancaman, melainkan peluang besar untuk menjembatani tradisi dengan inovasi. Dengan semangat belajar, ketekunan, dan kerja keras, mahasiswa UIN SSC dapat terus berkontribusi di kancah nasional maupun internasional. **