Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Berbicara di Forum Internasional tentang “Climate Shame: Leveraging Local Wisdom on Food through Environmental Ethics, Will it work?”

FUA Seremban,  26 Juni 2024, dalam rangkaian kegiatan International Mobility, dua mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berpartisipasi sebagai presenter dalam Workshop “Nusantara Philosophy and Local Wisdom” yang diselenggarakan oleh Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Acara ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik internasional serta memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Nusantara Indonesia.

Pada Rabu, (26/06/2024), mahasiswa jurusan Akidah dan Filsafat Islam (AFI) Semester 6, Silfa Tamami Solihati, dengan dukungan penuh dari ketua jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Dr. Fuad Nawawi, M.Ud., dan Sekretaris Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, H. Bisri, M.Fil.I., serta Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., tampil sebagai pembicara utama. Dr. Anwar Sanusi mengatakan, “Mahasiswa FUA harus tampil di tingkat internasional untuk memperkenalkan budaya Indonesia.”

Dalam presentasinya, Silfa membahas topik “Climate Shame: Leveraging Local Wisdom on Food through Environmental Ethics, Will It Work?” yang menyoroti peran rasa malu dan bersalah dalam motivasi individu untuk mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan. Ia menjelaskan bagaimana rasa malu seringkali berdampak negatif dan menyebabkan perasaan tidak berdaya, alih-alih mendorong perubahan positif.

Silfa juga mengutip konsep “shame and guilt” dari Jean-Paul Sartre, yang menjelaskan bahwa rasa malu kolektif bisa memotivasi tindakan penebusan berskala besar, namun sering kali berubah menjadi rasa malu yang terkait dengan identitas, bukan tindakan. Hal ini menyebabkan individu merasa malu atas eksistensi mereka, bukan karena tindakan mereka, yang akhirnya menghambat partisipasi aktif dalam kehidupan.

Usai presentasi, Prof. Madya Dr. Mohd Rushdan Mohd Jailani memberikan tanggapan positif, menyatakan bahwa materi yang disampaikan Silfa sangat relevan dengan Mata Kuliah Teologi Lingkungan. Prof. Madya Dr. Ahmad Najaa’ Mokhtar juga memuji penampilan Silfa dan bertanya apakah ada pelatihan khusus yang diberikan kepada mahasiswa UINSSC untuk tampil percaya diri di depan umum.

Seluruh peserta, termasuk dosen dan mahasiswa USIM, terkesan dengan presentasi yang jelas dan mendetail dari Silfa. Workshop ini tidak hanya memperkuat hubungan akademik antara UIN Siber Syekh Nurjati dan USIM, tetapi juga mengangkat kearifan lokal Indonesia ke pentas internasional, menegaskan peran penting tradisi dan nilai lokal dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Workshop ini berhasil memperkuat hubungan mahasiswa antara UIN Siber Syekh Nurjati dan USIM, sekaligus mengangkat kearifan lokal Indonesia ke pentas internasional, menegaskan peran penting tradisi dan nilai lokal dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.