Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Perkenalkan Pemikiran Tokoh Cirebon dan Sunda, Dosen FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menarik Perhatian di Forum Internasional UniSHAMS Malaysia

FUA Kedah, 5 Maret 2024 – Universiti Islam Antarbangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia melalui Kulliyyah Ushuluddin Sains Al-Qur’an dan Bahasa Arab mengundang civitas akademika Fakultas Ushuluddin dan Adan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menjadi pembicara dalam Seminar yang bertajuk “Qur’an and Hadith Studies in Malaysia and Indonesia”. Undangan ini disambut baik oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Anwar Sanusi M.Ag. Dekan mengutus empat orang dosen dari Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IAT),  dan Jurusan Ilmu Hadis (ILHA) untuk mengikuti acara seminar internasional tersebut.

Kegiatan seminar internasional yang diselenggarakan pada tanggal 5 Maret 2024 oleh UniSHAMS dihadiri oleh tokoh intelektual dan akademisi dari berbagai negara. Berdasarkan jadwal presentasi yang diberikan panitia, delegasi dari IAIN Syekh Nurjati yang diwakili oleh dosen-dosen Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) dan Jurusan Ilmu Hadis (ILHA)  yang akan melakukan presentasi adalah Dr. Hartati, M.Ag., Dr. Achmad Lutfi S.Ag., M.S.I., Amin Iskandar, Lc., M.Ag., dan Nurkholidah, M.Ag.. mereka mempresentasikan kajiannya dengan beragam tema menarik dalam seminar tersebut. Para dosen ini mengenalkan tema-tema terkait naskah dan pemikiran pemikir Cirebon dan Sunda tentang Al-Quran dan Hadis dalam forum internasional tersebut.

Presentasi paper para dosen FUA IAIN Syekh Nurjati bersanding dengan para intelektual dari Mesir, Yaman, Malaysia, dan Indonesia yang hadir dalam kegiatan tersebut. Diantara delegasi dari berbagai negara adalah Tengku Zawani binti Tengku Zawawi, Muhammad Thariq ash-Shadiq, Dr. Syahatah al-Hafidz asy-Syaikh, Dr. Syu’ban Abdul Hamid Rifa’i, Dr. ‘Amr Salam, Dr. Sholih Abdullah al-Ma’badah, dan Nur Al-Farihah binti Abu Bakar.

Dalam seminar, Dr. Hartati, M.Ag., menyampaikan hasil studinya mengenai peran ulama perempuan yang ada di wilayah Cirebon dalam proses pentransmisian hadis. Diantara pokok pemikirannya bahwa peran penting dipegang oleh para ulama perempuan, yang popular disebut Nyai, dalam menyebarluaskan hadis dan memberikan pengetahuan mengenai isi kandungan hadis kepada Masyarakat.

Selanjutnya presentasi Dr. Achmad Lutfi, M.S.I, salah satu dosen IAT, mempresentasikan kajian terkait dengan kearifan lokal dalam tafsir al-Qur’an berbahasa Sunda. Dalam presentasinya di seminar, Lutfi mengenalkan kepada pemerhati tafsir al-Qur’an di dunia, bahwa terdapat tafsir al-Qur’an berbahasa lokal, tepatnya berbahasa Sunda, yakni Ayat Suci Lenyepaneun  karya Moh. E. Hasim. Dalam karya tafsir ini, sang penafsir, memasukkan aspek-aspek kearifan lokal yang digunakan oleh mufasir untuk mengkomunikasikan kandungan ayat al-Qur’an kepada audiens tafsirnya. Diantara dimensi lokal yang digunakan oleh penafsir Sunda adalah tradisi lokal masyarakat Sunda, kondisi alam Sunda, dan ungkapan atau kata-kata bijak yang popular digunakan oleh Masyarakat Sunda. Pemaparan ini menarik perhatian peserta seminar, karena mengenalkan tafsir al-Qur’an berbahasa Sunda sebagai medium untuk memperluas jangkauan pembaca tafsir al-Qur’an.

Semua dosen FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang menjadi pembicara dalam seminar juga menyajikan studi mereka dengan substansi kajian yang menarik dan mendapat perhatian dari peserta seminar. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dekan FUA bahkan ikut berbangga dan bahagia dengan pencapaian yang diraih dosen FUA yang telah berpartisipasi aktif dalam acara yang bertaraf internasional. Harapannya ke depan semakin banyak lagi dosen FUA yang mengisi ruang ilmiah bertaraf internasional. Kondisi ini tentu saja menjadi visi Rektor IAIN Syekh Nurjati  yang menginginkan kampusnya unggul dan mendunia