Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

PKSB FUA UIN Siber Syekh Nurjati Mengadakan International Webinar mengenai Kota Dagang Malaka

FUA Cirebon, 30 Oktober 2024 – Pusat Kajian Sejarah dan Budaya (PKSB) Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, telah sukses menyelenggarakan International Webinar bertemakan “Kota Dagang Malaka: Dahulu dan kini Webinar ini menghadirkan pembicara yaitu Prof. Dr. Mohd Samsudin dari Universitas Melaka Malaysia, serta Dr. Nurman Kholis, M.Hum dan Ahmad Yunani, M.Hum dari Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag. Dalam sambutannya, Dr. Anwar menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk memperkuat riset dan pengembangan akademik. Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan institusi luar negeri, seperti seminar dan riset bersama, sangat penting bagi pengayaan wawasan dan peningkatan kualitas keilmuan, serta menjadi langkah nyata Fakultas Ushuluddin dan Adab menuju visi sebagai fakultas yang unggul dan mendunia.

Dr. Anwar berharap webinar ini menginspirasi para peserta untuk memetik pelajaran dari kejayaan Malaka sebagai pusat perdagangan dan pendidikan Islam, yang dibangun melalui toleransi, keterbukaan, dan kolaborasi lintas budaya. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mendukung inisiatif yang memperkuat jejaring global dan memperkaya studi sejarah dan budaya Islam di Asia Tenggara. Menutup sambutannya, Dr. Anwar menyampaikan harapannya agar Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkontribusi aktif dalam penelitian sejarah Islam.

Webinar ini mengulas sejarah kota dagang Malaka yang terkenal sebagai imperium maritim berpengaruh. Seperti yang disampaikan Prof. Mohd Samsudin, berdirinya Malaka memiliki kaitan khusus dengan Dinasti Ming dan Laksamana Cheng Ho, yang pada tahun 1407 tidak menyerang Malaka melainkan membangun hubungan diplomatik untuk memperlancar jalur perdagangan Tiongkok. Diplomasi inilah yang memperkuat posisi Malaka sebagai pusat perdagangan internasional.

Dr. Nurman Khalis menjelaskan, penyebaran Islam di Malaka sangat dipengaruhi oleh adopsi undang-undang yang bersumber dari kitab Taqrib dan Fathul Qarib, yang diterapkan dalam hukum kesultanan dan perdagangan. Ahmad Yunani, M.Hum., menambahkan bahwa Malaka menjadi pusat pendidikan Islam, yang menghasilkan penyebar agama Islam di Nusantara, seperti Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Meskipun peninggalan fisik kesultanan Malaka banyak hancur akibat serangan Portugis, warisan budaya dan nilai-nilai Islam tetap terjaga hingga saat ini. Webinar ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai pentingnya Malaka sebagai pusat perdagangan dan pendidikan Islam di masa lalu, serta bagaimana nilai-nilai tersebut masih berperan dalam identitas Malaka masa kini.