Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Rapat Persiapan Kegiatan FUA 2026: Bedah RKKL untuk Penguatan Akreditasi dan Internasionalisasi

Cirebon — Rapat FUA 2026 menjadi langkah strategis Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menyiapkan program kerja tahun mendatang. Rapat FUA 2026 ini berlangsung pada Minggu, 19 Januari 2026, di Ruang Kelas Internasional. Pimpinan fakultas, ketua jurusan, serta unsur pengelola keuangan menghadiri kegiatan tersebut.

Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., memimpin langsung pertemuan ini. Ia didampingi Wakil Dekan I Wakhid Nashruddin, Ph.D., dan Wakil Dekan II Dr. Naeila Rifatil Muna, S.Psi., M.Pd., M.Psi. Selain itu, para ketua dan sekretaris jurusan, PPK, bendahara, serta staf akademik turut mengikuti rapat secara aktif.

Bedah RKKL sebagai Fondasi Program 2026

Agenda utama rapat ini membahas Rencana Kerja dan Kerangka Logis (RKKL) tahun 2026. Dekan menegaskan bahwa revisi RKKL hanya dapat dilakukan satu kali sesuai arahan Rektor. Oleh karena itu, setiap unit harus menyusun program secara matang dan terukur.

Selanjutnya, Dekan meminta seluruh jurusan menyelaraskan program dengan kebijakan strategis universitas. Ia menekankan integrasi SDGs, penguatan Moderasi Beragama, serta pendekatan Outcome Based Education (OBE). Dengan demikian, setiap kegiatan memiliki arah yang jelas dan berdampak nyata.

Penguatan Tata Kelola dan Kinerja SDM

Dalam aspek tata kelola, pimpinan fakultas membahas mekanisme penilaian SKP. Dekan mendorong Ketua Jurusan membentuk tim penilai agar evaluasi berjalan objektif. Selain itu, fakultas menganjurkan penunjukan PIC kegiatan dari unsur jurusan.

Mekanisme tersebut diharapkan memperkuat koordinasi internal. Sementara itu, pembagian tugas yang jelas akan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Lebih lanjut, fakultas menargetkan seluruh agenda selesai sebelum Desember 2026.

Fokus Akreditasi dan Dukungan Akademik

Rapat FUA 2026 juga menempatkan akreditasi sebagai prioritas utama. Setiap jurusan harus memastikan tahapan akreditasi berjalan tepat waktu. Oleh karena itu, fakultas mengarahkan dukungan anggaran pada program strategis.

Dari sisi akademik, fakultas menetapkan ujian proposal dan komprehensif mulai Januari 2026. Sementara itu, ujian munaqasyah mensyaratkan penyelesaian administrasi UKT. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban akademik dan tata kelola keuangan.

Internasionalisasi dan Pengabdian Masyarakat

Fakultas mengalokasikan anggaran internasionalisasi sebesar Rp240 juta. Sebanyak Rp120 juta difokuskan untuk kegiatan mahasiswa. Selain itu, fakultas mendorong penelitian kolaboratif internasional dengan pembagian tim yang jelas.

Dalam sesi diskusi, jurusan mengusulkan penguatan dana pengabdian masyarakat. Usulan ini dinilai penting untuk mendukung hilirisasi keilmuan. Pimpinan fakultas menyambut masukan tersebut dan akan mempertimbangkannya dalam penyempurnaan RKKL.

Program KKN dan PPL juga diarahkan menggandeng mitra eksternal. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Akhirnya, fakultas berharap seluruh program 2026 berjalan selaras dengan visi internasionalisasi dan penguatan mutu.

Melalui Rapat FUA 2026, Fakultas Ushuluddin dan Adab menegaskan komitmen pada tata kelola profesional, mutu akademik, serta jejaring global. Komitmen ini menjadi fondasi untuk mewujudkan fakultas yang unggul dan adaptif.

Tinggalkan Balasan