Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Benchmarking Pelayanan Digital
Berita

Tendik Al-Mustofa Open University Lakukan Benchmarking Pelayanan Digital ke FUA UIN SSC Cirebon

Tendik Al-Mustofa Open University Lakukan Benchmarking Pelayanan Digital ke FUA UIN SSC Cirebon

Tenaga kependidikan Al-Mustofa Open University melaksanakan Benchmarking Pelayanan Digital ke Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui Benchmarking Pelayanan Digital ini, peserta mempelajari sistem pelayanan akademik dan administrasi berbasis teknologi yang telah berjalan di lingkungan fakultas. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan transformasi digital antarperguruan tinggi.

Benchmarking Pelayanan Digital

Selain sebagai sarana studi banding, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang diskusi dan pertukaran pengalaman. Dengan demikian, kedua institusi dapat berbagi praktik baik dalam pengembangan pelayanan digital kampus.

Perwakilan Fakultas Ushuluddin dan Adab

Dalam kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menugaskan Galih Adam Firdaus, S.Kom., M.M. sebagai narasumber. Selanjutnya, beliau memaparkan berbagai sistem pelayanan digital yang telah Fakultas Ushuluddin dan Adab kembangkan dan terapkan.

Keikutsertaan perwakilan FUA menunjukkan komitmen fakultas dalam memperkuat kolaborasi antarinstitusi. Dengan kata lain, FUA secara aktif mendorong penguatan jejaring dan inovasi pelayanan digital.

Pemaparan Sistem Pelayanan Digital Fakultas Ushuluddin dan Adab

Pada sesi pemaparan, Galih Adam Firdaus menjelaskan sistem EDISPO. Sistem ini mendukung pelayanan surat menyurat, penomoran surat, serta pengelolaan arsip digital. Oleh sebab itu, tenaga kependidikan dapat mengelola administrasi fakultas secara lebih tertib dan efisien.

Selanjutnya, beliau memaparkan sistem EMERAPAT yang mencakup absensi kegiatan dan pencatatan notulensi rapat. Dengan demikian, setiap unit kerja dapat mendokumentasikan kegiatan secara sistematis.

Selain itu, beliau memperkenalkan sistem E-Pinjam sebagai layanan peminjaman barang dan ruangan. Melalui sistem ini, fakultas dapat mengelola aset secara transparan dan terkontrol.

Pelayanan Mahasiswa dan Sistem Ujian Akademik

Lebih lanjut, Galih Adam Firdaus menjelaskan SAPAFUA sebagai sistem pelayanan dan aduan mahasiswa. Sistem ini memungkinkan mahasiswa menyampaikan aspirasi serta keluhan secara terintegrasi. Oleh karena itu, fakultas dapat merespons kebutuhan mahasiswa secara cepat dan tepat.

Tidak hanya itu, beliau juga memaparkan sistem E-Ujian Akademik. Sistem ini mengelola pendaftaran ujian mulai dari seminar proposal, ujian komprehensif, hingga seminar munaqosah. Selain itu, sistem ini mengatur validasi berkas, absensi ujian, proses bimbingan, serta penilaian pasca seminar dan komprehensif.

Pengenalan LMS UIN SSC Cirebon

Pada sesi berikutnya, Hasbiyallah, M.Si., selaku Ketua Program Studi PJJ SPI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, memperkenalkan Learning Management System (LMS) UIN SSC Cirebon. Melalui pemaparan tersebut, beliau menjelaskan peran LMS sebagai platform utama pembelajaran daring.

Selanjutnya, Hasbiyallah menerangkan bahwa LMS memfasilitasi pengelolaan materi perkuliahan, penugasan, diskusi, serta evaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, dosen dan mahasiswa dapat menjalankan proses pembelajaran secara terstruktur dan berkelanjutan.

Benchmarking Pelayanan Digital

Selain mendukung aktivitas akademik dosen, LMS juga memudahkan mahasiswa dalam mengakses materi pembelajaran. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih fleksibel dan efektif.

Penguatan Kolaborasi dan Transformasi Digital

Akhirnya, kegiatan benchmarking pelayanan digital ini memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Melalui pertukaran informasi dan pengalaman, kedua pihak dapat mengembangkan pelayanan digital kampus secara lebih optimal.

Dengan adanya kegiatan ini, Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN SSC Cirebon terus menunjukkan komitmen dalam mendorong transformasi digital pendidikan tinggi. Dengan demikian, kualitas pelayanan akademik dan administrasi dapat meningkat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan