Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Perkuat Strategi Menuju WUR THE 2026

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Koordinasi Persiapan WUR THE 2026 pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung LPM lantai 3 kampus pusat. Oleh karena itu, WUR THE 2026 menjadi fokus strategis penguatan reputasi internasional universitas.

Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan I, serta Kepala Unit dan Pusat menghadiri rapat tersebut. Selain itu, tim akreditasi WUR dan THE mengikuti pembahasan secara aktif. Dengan demikian, seluruh pemangku kepentingan terlibat sejak tahap awal.

Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum, Dr. H. Susari, M.A., memandu rapat koordinasi tersebut. Ia mengarahkan diskusi secara sistematis dan terukur. Selanjutnya, setiap unit menyampaikan kesiapan dan tantangan yang dihadapi.

Rapat Koordinasi Persiapan WUR THE 2026
Rapat Koordinasi Persiapan WUR THE 2026

Komitmen Pimpinan terhadap Target Kinerja Internasional

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan pentingnya pemeringkatan WUR dan THE. Menurutnya, target ini menjadi amanat Perjanjian Kinerja Rektor tahun 2026. Oleh karena itu, universitas wajib menyiapkan strategi yang terencana.

Rektor menjelaskan bahwa Kementerian Agama RI menekankan peningkatan daya saing perguruan tinggi keagamaan. Selain itu, universitas diarahkan untuk meraih peringkat THE Impact berbasis SDGs. Dengan demikian, indikator keberlanjutan menjadi prioritas bersama.

Ia menambahkan bahwa universitas harus mengintegrasikan 17 indikator SDGs ke dalam program inti. Sementara itu, minimal 60 persen indikator wajib terimplementasi secara nyata. Akhirnya, seluruh aktivitas akademik harus mendukung tujuan tersebut.

Penguatan Pendidikan, Penelitian, dan Tracer Study

Rektor mendorong dosen dan mahasiswa mengarahkan penelitian pada isu keberlanjutan. Selain itu, topik skripsi diharapkan memberi kontribusi langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, luaran akademik memiliki dampak sosial.

Universitas juga mengoptimalkan pelaksanaan tracer study setiap program studi. Selanjutnya, setiap program studi wajib melaporkan tracer study setiap tahun. Oleh karena itu, instrumen tracer study disederhanakan agar mudah dianalisis.

Lebih lanjut, universitas menyusun peta jalan akreditasi secara bertahap. Peta jalan ini mencakup penguatan program studi yang belum unggul. Akhirnya, universitas mempersiapkan langkah menuju akreditasi internasional.

Sinergi Unit dan Kesiapan Fakultas

Wakil Rektor I, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit. Ia menegaskan bahwa pemeringkatan bukan tanggung jawab satu lembaga saja. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika harus berperan aktif.

Ketua LPM, Prof. Dr. Hj. Ria Gloria, M.Pd., menyoroti pentingnya sistem pengarsipan terintegrasi. Selain itu, Ketua LP2M, Dr. H. Faqihudin Abdul Qodir, M.A., menekankan konsistensi eviden pendukung. Dengan demikian, proses pengumpulan data berjalan efektif.

Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan, Dr. Maulidia Ulfah, M.Pd.I, menjelaskan keuntungan keikutsertaan UI GreenMetric. Namun demikian, universitas tetap menyempurnakan data sesuai standar WUR dan THE. Selanjutnya, tim melakukan penyesuaian secara bertahap.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan kesiapan fakultas. Fakultas menyesuaikan kurikulum, RPS, dan arah penelitian. Dengan demikian, seluruh program akademik mengakomodasi 17 indikator SDGs.

Tinggalkan Balasan