FUA Banda Aceh, 17 Mei 2024 – Dalam upaya memperkuat kerjasama akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Wakhid Nasruddin, Ph.D., bersama dengan sejumlah dosen dari Fakultas Ushuluddin dan Adab, menghadiri forum Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) dan konferensi internasional yang berlangsung di Banda Aceh. Acara prestisius ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, mempertemukan akademisi dari berbagai penjuru tanah air.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag, selaku Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, menekankan pentingnya identitas budaya sebagai refleksi kekayaan suatu bangsa. Ia menyatakan bahwa identitas mencakup suku bangsa, bahasa, agama, budaya, dan sejarah yang bersama-sama membentuk karakter sebuah bangsa. “Identitas adalah cerminan dari kekayaan budaya kita, dan peran ilmu adab sangat penting dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan ini,” ujar Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag.

Pada kesempatan terpisah, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Ia menyatakan harapannya agar dengan terselenggaranya acara ini, Fakultas Ushuluddin dan Adab beserta dosen-dosennya semakin aktif dalam berpartisipasi pada forum-forum nasional dan internasional. “Partisipasi aktif dalam forum seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan, memperkuat jaringan akademik, dan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang ilmu adab,” kata Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.
Forum ADIA dan konferensi internasional ini menjadi platform penting bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil penelitian terbaru dalam bidang ilmu adab. Kehadiran Wakhid Nasruddin, Ph.D., dan para dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab dalam acara ini menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang ini.
Diharapkan melalui acara ini, berbagai rekomendasi dan strategi dapat dihasilkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang ilmu adab, serta memperkuat posisi Indonesia dalam kancah akademik internasional. Dengan demikian, partisipasi aktif para akademisi dalam forum-forum semacam ini tidak hanya memperkaya wawasan dan jaringan, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam perkembangan ilmu adab di tingkat global.

Acara ini bukan hanya menjadi ajang pertemuan dan diskusi, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan ide-ide segar dan inovatif yang dapat diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan dan penelitian ilmu adab di Indonesia. “Kami berharap, melalui forum ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendorong perkembangan ilmu adab yang lebih maju dan berdampak luas,” tambah Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.
Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, Fakultas Ushuluddin dan Adab menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu adab, tidak hanya di lingkup nasional tetapi juga internasional, demi tercapainya kemajuan pendidikan dan peradaban yang berkelanjutan.



