Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Ciptakan Lingkungan Belajar Inklusif, FUA Gelar Workshop Literasi Al-Qur’an Braille

Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Al-Qur’an Braille sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah disabilitas. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 2–3 Juni 2025.

Workshop Al-Qur’an Braille ini diikuti oleh 50 mahasiswa dari Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta Jurusan Ilmu Hadis (ILHA). Selain itu, kegiatan diselenggarakan melalui kolaborasi antara Laboratorium Tafsir dan Hadis (LABTH), Jurusan IAT, dan HMJ IAT FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.


Hadirkan Pakar Literasi Al-Qur’an Braille

Untuk memperkuat kualitas pelatihan, panitia menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang literasi Al-Qur’an Braille.

Narasumber pertama ialah Abdul Hakim Syukri dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI. Sementara itu, narasumber kedua adalah Numan Sabit dari Asosiasi Pengajar Al-Qur’an Braille Indonesia (APQBI).

Keduanya memberikan materi mengenai teknik membaca, penulisan, serta metode pengajaran Al-Qur’an Braille bagi penyandang tunanetra.


Dekan FUA Dorong Penguatan Kampus Inklusif

Dalam sambutannya, Anwar Sanusi menegaskan pentingnya membangun perspektif inklusif dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari kehidupan akademik dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kampus harus mampu menghadirkan pelayanan pendidikan yang setara dan ramah bagi semua kalangan.

“Mereka adalah bagian dari kita. Kegiatan ini merupakan komitmen kita untuk menciptakan kampus inklusi yang ramah terhadap kawan-kawan yang memiliki keistimewaan,” ujarnya.

Selain itu, Dekan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Ia juga berharap mahasiswa memiliki kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, kelak alumni Jurusan IAT dan ILHA tidak lagi bingung di dunia kerja karena mereka telah memiliki keahlian spesifik yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.


Persiapkan Mahasiswa Jadi Pengajar Al-Qur’an Braille

Direktur LABTH, Achmad Lutfi, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga pengajar Al-Qur’an Braille di Indonesia masih sangat tinggi.

Karena itu, LABTH berupaya memfasilitasi mahasiswa agar memiliki kemampuan pelayanan pendidikan bagi penyandang disabilitas.

“LABTH hadir dalam rangka memfasilitasi kebutuhan tersebut. Kita siapkan mahasiswa-mahasiswa yang andal dalam memberikan pelayanan terhadap kawan-kawan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan IAT, Mohamad Yahya, menyebut workshop ini menjadi langkah awal pengembangan program literasi inklusif yang berkelanjutan.


Kembangkan Literasi Al-Qur’an Isyarat

Selanjutnya, FUA akan mengembangkan program literasi Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat sebagai bentuk penguatan layanan pendidikan inklusif.

Menurut Mohamad Yahya, mahasiswa nantinya juga akan diarahkan menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di lembaga yang fokus pada pelayanan disabilitas.

“Harapannya, alumni FUA dapat menghadirkan TPQ berbasis pelayanan disabilitas di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Dengan demikian, workshop ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran FUA dalam membangun pendidikan Islam yang humanis, inklusif, dan berkeadilan.


Hashtag Publikasi

#WorkshopBraille
#AlQuranBraille
#FUAUINSSC
#UINSSC
#KampusInklusif
#LiterasiBraille
#PendidikanIslam
#SDGs
#Disabilitas
#IlmuQuran

Tinggalkan Balasan