Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Pembelajaran Sejarah bertajuk “Inovasi Metode Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Generasi Muda” pada Rabu, 3 Juni 2026.
Kegiatan Seminar Pembelajaran Sejarah tersebut berlangsung di Gedung Siber Lantai 5 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta peserta dari berbagai kalangan akademik.
Hadirkan Guru Besar dan Tokoh Nasional
Seminar menghadirkan Abdurrahman Mas’ud sebagai narasumber utama. Ia merupakan mantan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Kementerian Agama RI periode 2006–2007 sekaligus mantan Kepala Balitbang Kementerian Agama RI periode 2014–2019.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Aan Jaelani. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa transformasi digital harus diimbangi dengan inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.
“Kampus siber harus mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif tanpa kehilangan substansi keilmuan. Sejarah tidak hanya mengajarkan masa lalu, tetapi juga menjadi pijakan memahami masa kini dan merancang masa depan,” ujarnya.

Dorong Pembelajaran Sejarah yang Kreatif
Ketua Jurusan SPI, Aah Syafaah, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian dari komitmen jurusan dalam mengembangkan metode pembelajaran sejarah yang kreatif dan kontekstual.
Menurutnya, generasi digital membutuhkan pendekatan pembelajaran yang interaktif agar lebih mudah memahami nilai dan makna sejarah.
“Mahasiswa saat ini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan kontekstual. Melalui seminar ini kami ingin memperkenalkan berbagai inovasi pembelajaran sejarah,” ungkapnya.
Sementara itu, Anwar Sanusi menegaskan bahwa sejarah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran intelektual dan karakter bangsa.
“Pembelajaran sejarah tidak boleh berhenti pada hafalan fakta dan kronologi. Sejarah harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan analisis dan berpikir kritis,” tegasnya.

Bahas AI dan Digital History Learning
Dalam pemaparannya, Prof. Abdurrahman Mas’ud menjelaskan bahwa pembelajaran sejarah perlu bertransformasi dari teacher-centered learning menuju student-centered learning.
Selain itu, ia memperkenalkan berbagai metode inovatif, seperti storytelling history, project-based learning, historical role play, game-based learning, hingga digital history learning berbasis Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, metode tersebut dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik sekaligus memperkuat pemahaman sejarah secara lebih mendalam.
“Sejarah harus dihadirkan sebagai pengalaman belajar yang hidup, bukan sekadar kumpulan tanggal dan peristiwa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan harus tetap diimbangi nilai humanisme, spiritualitas, dan objektivitas ilmiah.

Perkuat Komitmen Pengembangan Keilmuan Sejarah
Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran sejarah di era digital.
Melalui kegiatan ini, Jurusan SPI FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap sejarah sekaligus memperkuat nilai-nilai peradaban, kebudayaan, dan keislaman di tengah perkembangan teknologi digital.
Hashtag Publikasi
#SeminarSejarah
#SPIUINSSC
#FUAUINSSC
#PembelajaranSejarah
#DigitalLearning
#SejarahPeradabanIslam
#UINSSC
#KampusSiber
#PendidikanDigital
#GenerasiDigital



