Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

Dosen FUA UINSSC Jadi Pembicara Utama pada Seminar Nasional & Launching Buku Sejarah Desa Cirahayu ke-339

Kuningan — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-339, Pemerintah Desa Cirahayu, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah dan Launching Buku Sejarah Desa Cirahayu, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menggali kembali akar sejarah desa yang telah berdiri selama berabad-abad.

Dalam agenda tersebut, Dr. Tendi, S.Pd., S.T., M.Hum, dosen Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) serta Sekolah Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, didapuk menjadi pembicara utama. Melalui materi yang disampaikan, ia mengajak masyarakat untuk terus merawat memori sejarah desa sebagai bagian dari identitas kolektif.

Dr. Tendi mengungkapkan bahwa nama lama Desa Cirahayu adalah Palembang, merujuk pada lokasi awal permukiman penduduk di bagian selatan desa. Cirahayu sejak lama merupakan wilayah transit bagi masyarakat di desa-desa tua sekitar Luragung dan Lebakwangi.

“Sebagai daerah perlintasan, Cirahayu sudah dihuni sejak lama. Hilir mudik warga dari desa-desa tua di sekitarnya menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi tempat ngahuma dan ruang aktivitas masyarakat sejak masa awal,” jelasnya.

Kepala Desa Cirahayu, Supyana, menyampaikan bahwa seminar nasional dan peluncuran buku sejarah ini bertujuan menumbuhkan kesadaran historis masyarakat.

“Sejarah Cirahayu bukan perjalanan satu atau dua abad, tetapi ratusan tahun. Dengan memahami sejarah, kita berharap lahir kecintaan masyarakat untuk bersama-sama membangun desa,” ujarnya.

Ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) FUA UINSSC, Aah Safaah, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam literasi sejarah masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UINSSC menyebut bahwa penguatan sejarah lokal merupakan bagian dari penguatan peradaban.

“Fakultas Ushuluddin dan Adab mendukung penuh kegiatan akademik yang tidak hanya dilaksanakan di ruang kelas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kontribusi Dr. Tendi menjadi bukti nyata transformasi kajian sejarah yang aplikatif dan kontekstual.

Penyusunan buku Sejarah Desa Cirahayu dilakukan melalui penelitian intensif oleh Pamanah Rasa Institute. Perwakilan tim penulis, Toto Cahyanto, menjelaskan bahwa penelusuran data dilakukan ke berbagai arsip pemerintahan di Jakarta hingga Belanda, serta penggalian sumber sejarah yang masih disimpan masyarakat.

“Kami memperoleh banyak temuan berharga yang akhirnya berhasil dibukukan,” kata Toto.

Peluncuran buku ini diharapkan menjadi rujukan pengembangan desa berbasis sejarah, sekaligus memperkukuh jati diri masyarakat Cirahayu dalam merawat nilai-nilai budaya lokal.

Acara peringatan ditutup dengan diskusi interaktif dan penyerahan buku sejarah kepada pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta peserta seminar sebagai bentuk apresiasi atas pelestarian sejarah desa.

Tinggalkan Balasan