Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Uncategorized

FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Gelar FGD Islam dan Budaya di Era Digital

FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Gelar FGD Islam dan Budaya di Era Digital

Cirebon, 12 Desember 2025 — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Islam Budaya Digital bersama Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB). Kegiatan akademik ini berlangsung di Gedung Siber Lantai 4 dengan mengusung tema Islam dan Budaya di Era Digital. Melalui forum ini, kedua institusi memperkuat dialog keilmuan sekaligus merespons tantangan transformasi digital dalam kajian Islam.

FGD Islam Budaya Digital FUA UIN Siber Cirebon dan UIN Banten

Kehadiran Pimpinan dan Unsur Program Studi

Selain itu, pimpinan fakultas, dosen, peneliti, dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi menghadiri kegiatan ini. Tidak hanya itu, Ketua dan Sekretaris Jurusan (Kajur dan Sekjur) dari setiap Program Studi di lingkungan FUA UIN SSC juga turut berpartisipasi. Dengan keterlibatan unsur pimpinan dan akademisi tersebut, diskusi berjalan lebih komprehensif, fokus, dan berorientasi pada penguatan kebijakan akademik.

Sambutan Dekan FUA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Selanjutnya, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menegaskan bahwa era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi pengembangan keilmuan Ushuluddin dan Adab. Menurutnya, digitalisasi mengubah cara akademisi memahami, menafsirkan, dan menyebarluaskan teks keagamaan serta budaya. Oleh karena itu, fakultas perlu mengembangkan inovasi akademik berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Pandangan Dekan FUA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr. Masykur, S.Ag., M.Hum., menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan akademisi. Ia mendorong dosen dan peneliti Ushuluddin untuk aktif memproduksi pengetahuan Islam yang moderat, kontekstual, dan mudah diakses masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, kajian keislaman dapat menjangkau ruang publik digital secara lebih luas dan efektif.

Pemaparan Inovasi Digital FUA UIN SSC

Lebih lanjut, FUA UIN SSC memperkenalkan sejumlah inovasi digital yang mendukung layanan akademik dan tata kelola fakultas. Aplikasi yang dipaparkan meliputi E-Ujian Akademik, E-Dispo, E-Merapat, Sapafua, dan E-Pinjam. Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, fakultas meningkatkan kecepatan layanan, menjamin transparansi, serta mendorong efisiensi kerja berbasis sistem digital.

Penguatan Kajian Islam dan Budaya di Era Digital

Kemudian, peserta FGD mendalami penguatan kajian keilmuan Ushuluddin dan Adab di ruang digital. Diskusi membahas integrasi ilmu tafsir, hadis, filsafat, tasawuf, dan studi budaya Islam dengan perkembangan teknologi. Selain itu, para peserta juga menyoroti isu kecerdasan buatan, budaya digital, serta tantangan hoaks keagamaan yang semakin kompleks di era informasi.

Penutup dan Rencana Kerja Sama

Akhirnya, FGD ini membuka peluang kerja sama strategis antara kedua fakultas. Kerja sama tersebut mencakup penelitian berbasis data digital, publikasi ilmiah kolaboratif, pengembangan konten dakwah daring, serta penyusunan kurikulum berbasis teknologi. Melalui langkah ini, FUA UIN SSC dan FUA UIN SMHB menegaskan komitmen bersama dalam menjawab tantangan dan peluang keilmuan Islam di era digital.

Tinggalkan Balasan