Orientasi Ormawa FUA Perkuat Arah Kebijakan Fakultas
Cirebon — Orientasi Ormawa FUA menjadi agenda strategis penguatan koordinasi organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab pada Rabu, 4 Februari 2026.
Orientasi Ormawa FUA berlangsung di Gedung O-201 mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan pimpinan fakultas dan seluruh unsur organisasi mahasiswa.
Oleh karena itu, forum ini menjadi ruang awal penyamaan visi antara Ormawa dan kebijakan fakultas. Seluruh peserta mengikuti kegiatan secara aktif dan tertib.

SEMA FUA Tegaskan Pentingnya Keselara san Program
Ketua Umum SEMA FUA, Didin Kamaludin, memimpin langsung jalannya orientasi. Ia menekankan pentingnya sinergi program Ormawa dengan arah kebijakan fakultas.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa koordinasi sejak awal akan memudahkan pelaksanaan program mahasiswa. Dengan demikian, Ormawa dapat berkontribusi optimal terhadap capaian institusi.
Ia juga mengajak seluruh Ormawa untuk menyusun program kerja yang terukur. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung target fakultas secara berkelanjutan.
Dekan FUA Dorong Ormawa Jadi Mitra Strategis
Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., menegaskan bahwa Ormawa merupakan mitra strategis fakultas. Ia menolak anggapan bahwa organisasi mahasiswa berseberangan dengan pimpinan.
“HMJ, SEMA, dan DEMA adalah tangan kanan dekan,” tegasnya. Selanjutnya, ia menekankan bahwa seluruh kegiatan mahasiswa harus mendukung program fakultas.
Ia menjelaskan bahwa pendanaan Ormawa bersumber dari DIPA negara. Oleh karena itu, program kerja mahasiswa harus selaras dengan visi institusi.

Tiga Fokus Pengembangan dan Arah Internasionalisasi
Dekan FUA menyampaikan fokus pengembangan fakultas ke depan. Fokus tersebut meliputi moderasi beragama dan digitalisasi.
Lebih lanjut, Ormawa didorong meningkatkan skala kegiatan menuju level internasional. Upaya ini bertujuan mendukung penguatan akreditasi fakultas.
Beberapa program internasional telah berjalan, seperti KKN Internasional dan PPL melalui IMB. Selain itu, fakultas juga mendukung KKN Magang Internasional dengan pembiayaan penuh.
Dialog Aspiratif dan Solusi Kelembagaan
Dalam sesi tanya jawab, perwakilan Ormawa menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satunya datang dari jurusan TAPSI terkait keterbatasan SDM.
Menanggapi hal tersebut, dekan mendorong optimisme dan kepercayaan diri. Ia menilai setiap jurusan memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Sementara itu, pertanyaan terkait struktur wakil dekan dijawab dengan penjelasan otonomi fakultas. Pembagian tugas disesuaikan dengan beban kerja yang ada.
Pengelolaan Anggaran dan Penguatan Fasilitas
PPK FUA, Hasyim, S.E., M.Ak., memaparkan teknis pengelolaan anggaran Ormawa. Ia menyebutkan alokasi Rp15 juta untuk HMJ dan Rp30 juta untuk SEMA serta DEMA.
Selain dana DIPA, terdapat peluang pendanaan berbasis prestasi mahasiswa. Oleh karena itu, ketertiban administrasi menjadi syarat utama.
Sementara itu, Kasubag FUA, Azis Mustaqim, S.E., menjelaskan mekanisme peminjaman fasilitas. Ia menegaskan pentingnya koordinasi awal untuk kelancaran kegiatan.
Penguatan Sinergi Menuju Daya Saing Global
Kegiatan Orientasi Ormawa FUA menjadi langkah awal penguatan sinergi kelembagaan. Forum ini mempertemukan kebijakan fakultas dan kreativitas mahasiswa.
Dengan demikian, Ormawa diharapkan mampu menyusun program kerja yang relevan dan berdaya saing. Akhirnya, kegiatan mahasiswa dapat berkontribusi pada penguatan reputasi fakultas di tingkat nasional dan internasional.



