Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Berita

UIN Siber Dorong Akreditasi dan Literasi Digital, Rektor Beri Arahan di FUA Prof. Aan Jaelani tekankan pentingnya akreditasi prodi, peningkatan kompetensi digital, dan inovasi pembelajaran berbasis AI di Fakultas Ushuluddin dan Adab.

Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar rapat koordinasi tingkat fakultas pada Senin, 1 September 2025 di Ruang Rapat FUA. Rapat ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, yang memberikan pengarahan utama kepada seluruh pimpinan fakultas. Hadir pula Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag, Wakil Dekan I, Wakhid Nashruddin, Ph.D, Wakil Dekan II, Dr. Naeila Rifatil Muna, S.Psi., M.Psi., serta para Ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan FUA.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa akreditasi menjadi tugas prioritas bagi jurusan dan program studi. Beliau menekankan bahwa akreditasi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Ilmu al-Qur’an dan Hadis (ILHA) harus segera diprioritaskan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya universitas. “Akreditasi adalah pintu utama bagi reputasi prodi. Universitas sudah unggul, maka semua kelengkapan dokumen yang ada harus dimanfaatkan. Jangan sampai ada yang terhambat hanya karena kelalaian administrasi,” tegas Prof. Aan.

Selain akreditasi, Rektor juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi digital di lingkungan kampus. Ia mendorong adanya pelatihan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diarahkan hingga uji kompetensi bersertifikat BNSP. “Era digital menuntut kita untuk lebih adaptif. Pelatihan berbasis AI harus berlanjut sampai pada tahap sertifikasi, meskipun dilakukan secara bertahap. Dengan begitu, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki bekal yang nyata untuk bersaing,” jelasnya.

Rektor menambahkan bahwa profil lulusan ke depan harus dilengkapi dengan kompetensi digital lintas bidang. Ia mencontohkan pengembangan desain batik berbasis teknologi digital sebagai bentuk inovasi yang menggabungkan tradisi dan teknologi. “Kita tidak bisa lagi hanya terpaku pada keilmuan klasik. Lulusan harus berani lintas bidang, misalnya menggabungkan seni batik dengan teknologi digital, atau memproduksi bahan ajar berupa film animasi. Inovasi inilah yang membuat kita relevan dengan zaman,” ungkapnya.

Isu literasi dasar juga menjadi perhatian serius dalam pengarahan tersebut. Rektor menyampaikan temuan adanya siswa madrasah ibtidaiyyah kelas 4 dan 5 di sejumlah daerah seperti Pengarengan, Beringin, Rawa Urip, Martapura, Muncul, dan Sidamulya yang masih belum bisa membaca. Kondisi ini dinilai memprihatinkan dan harus segera diatasi. “Sebelum bicara literasi digital, kita harus pastikan literasi membaca sudah tuntas. Ini menjadi PR bersama yang tidak bisa diabaikan,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FUA, Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag, menegaskan bahwa fakultas selalu siap memfasilitasi jurusan dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan agar tidak ragu melakukan koordinasi dengan fakultas, termasuk dalam urusan lembur dan persiapan akreditasi. Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi juga segera diajukan akreditasinya karena telah memiliki lulusan serta dukungan guru besar di bidangnya. Selain itu, untuk sementara semua perkuliahan dilaksanakan secara daring sebagai antisipasi situasi nasional yang kurang mendukung, serta pengendalian terhadap kegiatan organisasi mahasiswa juga menjadi perhatian.

Dekan juga menambahkan pesan penting terkait semangat kerja sama antara fakultas dan jurusan. “Fakultas sudah menyiapkan fasilitas dan dukungan penuh. Tinggal bagaimana jurusan bisa proaktif memanfaatkan peluang ini. Dengan koordinasi yang baik, insyaAllah target akreditasi dan inovasi pembelajaran bisa kita capai bersama,” ungkap Dr. Anwar.

Pada akhirnya, pengarahan ini menegaskan kembali identitas UIN Siber sebagai perguruan tinggi yang harus menyiapkan generasi unggul di era digital. Sekitar 10% mata kuliah di program studi diarahkan mengakomodasi ke-Siberan agar lulusan siap menghadapi tantangan global. Dengan koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran fakultas dan jurusan dapat bersinergi menjalankan arahan rektor demi kemajuan bersama.

Tinggalkan Balasan