Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Dialog Internasional 2026
Berita

Dialog Internasional 2026 Bahas Peran Hadis dalam Menjawab Konflik Global

Dialog Internasional 2026 kembali menegaskan kontribusi akademik dalam merespons konflik global. Dialog Internasional 2026 ini mengangkat peran hadis sebagai landasan solusi kontemporer. Oleh karena itu, kegiatan ini menarik perhatian luas dari sivitas akademika.

Dialog Internasional 2026

Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan ini pada Sabtu, 2 Mei 2026. Acara berlangsung di Auditorium Gedung LP2M lantai 3 pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Selain itu, kegiatan ini melibatkan mahasiswa, akademisi, dan tamu undangan lintas kalangan.

Komitmen Akademik dalam Isu Global

Ketua pelaksana, Muallim Basyri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini. Ia juga menyampaikan evaluasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas kegiatan. Dengan demikian, pelaksanaan acara terus berkembang secara profesional.

Selanjutnya, Ketua Umum HIMA-ILHA, Tobri Riansyah, menegaskan pentingnya forum ini bagi mahasiswa. Ia menyebut dialog ini sebagai ruang strategis untuk memperluas wawasan global. Selain itu, ia berharap peserta memperoleh pemahaman yang aplikatif.

Sementara itu, Sri Wulan Aprilianti sebagai perwakilan DEMA FUA mengapresiasi tema kegiatan. Ia menilai tema tersebut relevan dengan kondisi global saat ini. Oleh karena itu, forum ini menjadi sarana pengembangan gagasan berbasis nilai Islam.

Penguatan Perspektif Mahasiswa

Perwakilan SEMA FUA, Andi Nugraha, mendorong mahasiswa untuk aktif berkarya. Ia menekankan pentingnya membangun perspektif baru dalam kajian hadis. Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa berkontribusi melalui karya ilmiah.

Ahmad Abdul Muhyi sebagai Ketua Umum FKMTHI memberikan motivasi kepada peserta. Ia mengajak mahasiswa tetap konsisten dalam menuntut ilmu. Dengan demikian, mahasiswa dapat menghadapi tantangan zaman secara adaptif.

Dialog Internasional 2026

Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag, menegaskan pentingnya relevansi kajian hadis. Ia menyatakan bahwa mahasiswa harus mampu mengimplementasikan nilai hadis dalam konteks global. Selain itu, ia mendorong kolaborasi akademik lintas negara.

Paparan Ilmiah dan Diskusi Interaktif

Sesi inti menghadirkan pemateri kompeten dengan sudut pandang beragam. Zidni Ilham Failasufa, Lc memaparkan perspektif normatif hadis. Ia menjelaskan peran hadis sebagai landasan memahami persoalan kehidupan.

Selanjutnya, Salman Hadi dari Universitas Al-Ahgaff Yaman membahas geopolitik global. Ia menguraikan dinamika konflik dunia secara komprehensif. Dengan demikian, peserta memahami konteks global secara lebih luas.

Muhammad Said, S.Ag melengkapi diskusi melalui pendekatan implementatif. Ia mengajak peserta menjadikan hadis sebagai solusi praktis. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan solutif dalam menghadapi konflik.

Kolaborasi Ilmiah untuk Perdamaian

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara peserta dan narasumber. Moderator Adinda Maimanah memandu diskusi secara dinamis. Sementara itu, panelis Ahmad Abdul Muhyi dan Khodijah memperkaya perspektif diskusi.

Dialog Internasional 2026

Akhirnya, Dialog Internasional 2026 ditutup dengan antusiasme tinggi peserta. Kegiatan ini memperkuat komitmen akademik dalam menjawab tantangan global. Dengan demikian, forum ini menjadi kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan