Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fua@uinssc.ac.id
Seminar Internasioanal AFI
Berita

Dari Logos ke Algoritma: AFI UIN Cirebon Gelar Seminar Internasional tentang Masa Depan Epistemologi di Era AI

Seminar Internasional AFI kembali menegaskan peran akademik dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan. Seminar Internasional AFI ini menghadirkan diskursus tentang transformasi epistemologi di era kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kegiatan ini menarik perhatian sivitas akademika lintas disiplin.

Seminar Internasioanal AFI

Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan seminar internasional pada 30 April 2026. Kegiatan berlangsung di Auditorium Siber lantai 8 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Selain itu, panitia menghadirkan dua narasumber internasional yang kompeten di bidangnya.

Pertemuan Tradisi dan Teknologi

Seminar ini mengusung tema “Dari Logos ke Algoritma: Refigurasi Epistemologi Pengetahuan dalam Era Artificial Intelligence”. Tema tersebut menggambarkan pertemuan antara tradisi intelektual klasik dan perkembangan teknologi modern. Dengan demikian, peserta memperoleh perspektif komprehensif mengenai perubahan paradigma pengetahuan.

Seminar Internasioanal AFI

Acara berlangsung secara interaktif dengan moderator Mutakhirani Mustafa, M.Hum. Selanjutnya, diskusi berjalan dinamis melalui paparan ilmiah dan sesi tanya jawab. Sementara itu, peserta berasal dari dosen, mahasiswa, dan peneliti.

Perspektif Global tentang Epistemologi

Prof. Dr. Phil. Al-Makin menegaskan bahwa tradisi intelektual Indonesia berkembang melalui dialog global. Ia menjelaskan bahwa pemikir Nusantara mengolah warisan Yunani dan Islam dalam konteks lokal. Oleh karena itu, Indonesia berperan sebagai penafsir aktif dalam percakapan global.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa epistemologi harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi. Dengan demikian, pengembangan ilmu tetap relevan dan kontekstual.

Sementara itu, Prof. Mark R. Woodward, Ph.D memberikan pandangan kritis terhadap kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa AI tidak menciptakan pengetahuan, melainkan mengolah data. Oleh karena itu, manusia tetap menjadi pusat produksi makna.

Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada AI dapat mengurangi dimensi kemanusiaan. Selain itu, aspek intuitif dan reflektif tidak dapat digantikan oleh mesin. Dengan demikian, penggunaan AI harus tetap berada dalam kendali etis manusia.

Komitmen Akademik Fakultas

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Anwar Sanusi, menyampaikan komitmen institusi dalam merespons perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa fakultas terus mendorong integrasi antara tradisi dan modernitas. Selanjutnya, ia menyebut seminar ini sebagai langkah strategis pengembangan keilmuan.

Ketua Program Studi AFI, Dr. Fuad Nawawi, menyoroti pentingnya rekonstruksi cara berpikir dalam era digital. Ia menjelaskan bahwa pergeseran dari logos ke algoritma bukan penggantian rasio. Sebaliknya, perubahan ini menuntut adaptasi epistemologis yang kritis.

Seminar Internasioanal AFI

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia. Oleh karena itu, proses pencarian makna tetap menjadi tanggung jawab intelektual manusia. Dengan demikian, epistemologi terus berkembang sebagai proses dinamis.

Laboratorium Pemikiran Akademik

Seminar ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif. Peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai relasi manusia, pengetahuan, dan teknologi. Selain itu, forum ini mendorong refleksi kritis terhadap masa depan epistemologi.

Akhirnya, kegiatan ini memperkuat posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat kajian keilmuan yang responsif. Dengan demikian, seminar internasional ini memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di era AI.

Tinggalkan Balasan